3 jam bersama Gus Qoyyum, waktu singkat bertabur nikmat

Meski mendung menyelimuti sebagian besar wilayah Lampung, pagi itu tepatnya senin, 8 Maret 2021. Hiruk pikuk kegiatan santri mempersiapkan kedatangan KH Abdul Qoyyum Manshur yang biasa dikenal dengan Gus Qoyyum di pondok pesantren Assahil, Lampung timur. Semangat santri yang menggebu-gebu dalam menyambut kedatangan beliau seolah mampu mewarnai gelapnya mendung menjadi pelangi dengan kolaborasi warna sang tholabul ‘ilmi dan menggantikan dinginnya kabut dengan hangatnya zikir pagi.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, KH. Abdul Qoyyum Manshur yang akrab disapa Gus Qoyyum pun hadir ditengah-tengah para jama’ah setelah sebelumnya beliau meresmikan peletakan batu pertama dari Al-Qoyyum building yang insyaallah akan segera direalisasikan dalam waktu dekat ini. Kedatangan beliau disambut dengan meriahnya lantunan sholawat yang diiringi musik hadroh Nurul Aswad.
Kehadiran beliau di pondok pesantren Assahil murni keinginan dari Gus Qoyyum sendiri, beliau ngendikan “jika nanti saya ngaos ke Lampung, saya harus mampir ke Assahil”, pemaparan beliau yang seperti itu dikarenakan beberapa tahun tahun silam beliau gagal hadir di Assahil dikarenakan beliau sedang sakit, jadi beliau merasa punya hutang atas kejadian itu.

Banyak pembelajaran yang sangat berharga dalam waktu yang sangat singkat bersama beliau, salah satunya yaitu beliau ngendikan “ilmu yang nantinya akan bermanfaat di akhirat yaitu bukan ilmu sains dan ilmu-ilmu yang kita dapat dari perguruan tinggi tapi ilmu yang bermanfaat di akhirat adalah ilmu yang kita pelajari dari Al-Quran”, hal ini menelaskan betapa pentingnya kita mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.

Masih banyak lagi kajian-kajian bersama beliau yang sangat bermanfaat dan memotivasi kehidupan kita sehari-hari. Kemudian acara ditutup dengan doa yang sangat khidmat yang dipimpin langsung oleh beliau. Semoga kita semua senantiasa bergelimpangan barokah dari para ‘alim ulama, barakallahulana aamiin. (Red)