Anggota DPRD Provinsi Lampung Budi Yuhanda Ajak Semua Anggota DPRD Kawal Anggaran Penanganan Covid-19

Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi NasDem Budi Yuhanda menyerukan dan mengajak semua DPRD baik ditingkat kabupaten hingga pusat, untuk mengawal anggaran kebijakan pemerintah dalam penanganan Virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya ini lebih penting dari pada sekedar pencitraan pencegahan, harus jelas uang tersebut digunakan untuk apa, dibelikan apa, langkah yang diambil harus tepat jangan asal asalan..karena hari ini kita tahu sudah banyak pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil yang disemprot jalanan dan debu, berapa anggaran yang dikeluarkan untuk menyemprot itu!?

“Kan dokter ahli virus sudah menjelaskan bahwa virus butuh media untuk hidup, virus sangat suka tempat yg lembap seperti dalam tubuh manusia, dan virus adalah satu partikel yang lebih kecil dari udara, dia tidak akan hidup bertahan lama ditempat yang bukan habitatnya apalagi dibawah teruk matahari.

Itulah kenapa para ahli menjelaskan penularan melalui droplet atau bersin dan batuk seseorang”.

Kita ini mau perang harus kenali dulu siapa yang mau kita ajak perang.

Alangkah baik nya anggaran tersebut oleh pemda dibelikan bok disinfektan sehingga manusia dan yang menempel dimanusia nya lah yang disemprot, pasang dititik keramaian pasar, tempat ibadah, pintu masuk perkantoran dst.

Kalau setiap pemda menganggarkan disetiap desa ada, kan lebih bermanfaat jadi jelas target dan sasaran nya, tentu dilengkapi dengan sabun cuci tangan tidak perlu yang mahal, dilengkapi dengan vitamin2 yang bisa dibagikan. Kemudian lengkapi puskesmas alat isolasi minimal setiak kabupaten ada, jadi penanganan cukup didaerah saja.

Ini yang harus kita kawal sebagai DPRD pastikan anggaran tersebut dibelanjakan dengan baik dan tepat sasaran, inilah tugas sejati kita sebagai dprd, bukan hanya pencitraan.

Seperti diketahui pasca Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan istruksi untuk mengeluarkan dana 27 triliun lebih, dan memberikan kebebasan pemerintah daerah untuk membuat kebijakan dalam penanganan covid-19 ini untuk memangkas anggaran baik dari hibah dan dan belnaja barang jasa yang tidak urgent, ini menjadi tugas berat DPRD memastikan hal semua. Hal ini senada dengan instruksi KPK agar tidak membelanjakan barang jasa, dan korupsi pada saat wabah diancam hukuman mati.

Dan sejatinya pemborosan anggaran yang tidak tepat itu yang lebih berbahaya dari korupsi.

Virus corona ini menjadi musuh kita bersama tetapi harus kita siasati dengan bijak bukan untuk ajang pencitraan semata.

Saya juga menghimbau kepada masyarakat yang sudah ada gejala batu flu dan tidak enak badan untuk tetap dirumah, makan makanan yg bervitamin agar imun kita terjaga, dan gunakan masker, masker lebih tepat diutamakan yang menggunakan orang yang sedang batuk flu, karna dikhawatirkan akan menyemburkan bibit virus, Kemudian tetap menjaga jarak agar tidak terkontak langsung serta menjaga kebersihan selalu, karena kebersihan sebagian dari iman.

Hal ini mudah dan jangan panik, lucu pemerintah menghimbau jangan panik, tapi justru pemerintah membuat panik masyarakat.

Semoga Allah Subhanahuwatala segera mengangkat virus ini dan menjauhkan kita semua dari segala macam penyakit. (Red/Rls)