Bahas Kapal Pesiar, Gubernur Arinal Segera Bertemu Pelni

Bandar Lampung  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berencana bertemu manajemen PT Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia), Kamis (22/7/2021).

Pertemuan itu untuk membahas rencana peminjaman kapal pesiar apung untuk isolasi pasien Covid-19. “Akan ada pertemuan lanjutan dengan manajemen PT Pelni untuk membahas kapal yang digunakan untuk isolasi pasien Covid-19,” kata Arinal Djunaidi, Selasa (20/7/2021).

“Kami akan bertemu pada hari Kamis,” lanjutnya.

Lampung akan mendapatkan pinjaman berupa kapal pesiar apung dari pemerintah pusat. Kapal pesiar bernama KM Lawit itu akan sandar di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Keberadaan KM Lawit di Lampung untuk menjadi tempat penampungan bagi pasien Covid-19.

Plt Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Panjang Kapten Hendri Ginting menjelaskan, pasien Covid-19 yang dirawat di kapal pesiar apung tersebut bisa sembuh lebih cepat.

“Karena seperti yang kita ketahui, angin laut sangat baik. Anginnya bersih, tak ada polusinya. Harapannya, pasien cepat sembuh setelah dirawat di kapal mewah ini,” kata Hendri Ginting seusai audiensi dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (16/7/2021).

Hendri mengatakan, KM Lawit diperuntukkan pasien Covid-19 menjalani isolasi. Nantinya, pihaknya akan menggandeng Dinas Kesehatan Lampung untuk menyeleksi pasien yang bisa dirawat di kapal tersebut.

Dia menyebutkan, KM Lawit memiliki kapasitas 900 penumpang. Tapi, karena harus menerapkan social distancing, kapasitas yang tersedia untuk pasien Covid-19 hanya setengahnya atau sekitar 450 orang.

“Jadi nantinya akan dicek dulu siapa saja yang bisa isolasi (di kapal). Kemudian nanti pasien akan dinaikkan ke atas kapal,” imbuh Hendri.

“Karena memang yang harus isoman diarahkan ke situ agar lebih cepat sembuh. Karena BOR (bed occupancy rate) Lampung tinggi. Jadi ini membuat (pasien) lebih cepat (sembuh) dan membantu pemprov,” lanjutnya.

Lebih lanjut Hendri menerangkan, KM Lawit akan dilabuhkan di kawasan Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Artinya, kata dia, kapal ini tidak berlayar. “Karena kapal ini lintasannya banyak. Saat ini sedang PPKM, sehingga tidak bisa berjalan,” sambung Hendri.

“Rencana kapal ini akan diusahakan secepatnya sampai di Lampung, sesuai permintaan gubernur,” tambah dia.

Hendri menyebut Lampung menjadi provinsi kedua setelah Sulawesi Selatan yang mendapatkan bantuan KM Lawit dari Kemenhub. (ADV/Red)