Bermodal Yakin, Dinkes Kota Metro Perbolehkan Pasien Pulang Sebelum Ketahui Hasil Test

Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro perbolehkan pulang pasien terduga Covid-19 dengan modal yakin. Lantaran hasil test swab pertama pasien belum diketahui, Minggu (10/05/2020).

Terbukti, Dinkes Kota Metro bermodal yakin dengan perbolehkan pasien pulang sebelum hasil test swab keluar. Hal tersebut dikatakan oleh drg. Erla Andriati ketika dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu.

“Karena dia orang kesehatan, saya yakin rumahnya layak untuk isolasi mandiri,” cetusnya.

Tak hanya itu, dia juga menerangkan tak membutuhkan surveilans, guna memastikan kelayakan suatu tempat isolasi pasien.

“Kalo kami, kalo sudah isolasi mandiri, itu tidak ada pemantauan surveilans lagi,” ujarnya.

“Ya, memang sempat dipulangkan, setelah secara klinis kondisi pasien sehat, memang protokol kesehatannya diperbolehkan pulang dengan melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” tambah dia, Jum’at (08/05/2020).

Lalu pihaknya juga tidak merasa bersalah, karena telah memulangkan PDP Covid-19 sebelum hasil swab pertama keluar. Sehingga dicurigai berpotensi menular ke masyarakat. Menurutnya, kemungkinan seperti itu bisa terjadi.

“Ya tidak, karena kemungkinan itu bisa saja terjadi, memang secara protokol penanganan Covid-19, jika gejala klinis telah sehat diizinkan pulang,” dalihnya.

Pada konferensi pers sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro, A. Nasir, menerangkan bahwa hasil yang menyatakan pasien positif covid-19 itu, ialah hasil test swab pertama.

Lanjutnya, Nasir menuturkan terjadinya miss komunikasi. Dia mengatakan pasien tersebut sedang diisolasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Ahmad Yani Kota Metro. Tetapi, kenyataannya pasien sedang berada di rumah melaksanakan isolasi secara mandiri. Hingga malam harinya pasien dijemput oleh ambulance ke RSU Ahmad Yani.

Terpisah, tokoh masyarakat Kota Metro, Nasrianto Efendi, menyarankan Pemkot harus lebih bisa berkoordinasi. Sehingga informasi yang di sampaikan kepada masyarakat tidak sumir dan tidak terkesan gaduh bikin resah.

“Pemerintah Kota Metro harus lebih bijak dalam menghadapi hal besar seperti ini (Penanganan penyebaran wabah Covid 19). Pemkot sendiri bisa lebih berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait. Jangan sampai, masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah, jika itu sampai terjadi itu sangat berbahaya. Maka lebih ditingkatkan kembali koordinasinya di antar instansi, biar apa yang disampaikan ke masyarakat tidak simpang siur,” harapnya. (Red)