BMT BBM Buminabung Lamteng Diduga Pengurus dan Pengelola Korupsi

Madani-News.com – Buminabung – BMT merupakan kependekan dari kata Balai Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal wa Tamwil  yaitu lembaga keuangan mikro (LKM) yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah

Bmt dikalangan masyarakat pedesaan sangat diminati warga, karena selain adminitrasi yang mudah di banding dengan lembaga keuangan milik negara, bmt dirasa lebih bermasyarakat karena menggunakan prinsip syariah yakni taawun atau saling tolong menolong.

Bmt atau KSPPS Berkah bersama madya yang beralamatkan di Jalan KH. ABdurrahman Wahid Dusun 14 Bumi Nabung Ilir Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung tengah dikabarkan akan tutup dikarenakan mengalami pailit atau merugi.

Hal itu dikarenakan beberapa kredit yang macet dan juga oknum pengurus dan pengelola yang kurang bertanggung jawab, dari informasi yang di gali, terjadinya pailit atau kerugian di sebabkan pinjaman yang di lakukan oleh pengelola dan pengurus yang cukup besar dan tanpa prosedur yang sesuai.

Pasalnya disinyalir pinjaman yang di lakukan oleh pengelola maupun pengurus tidak disertai dengan anggunan dan angsuran tidak sesuai dengan prosedur Bmt.

salah satu pengurus berinisial TH membenarkan bahwa ada beberapa pengurus dan pengelola melakukan pinjaman yang besar.

“Ada data yang tidak transparan, setelah saya kumpulkan ternyata baru di ketahui beberapa pinjaman oleh pengurus maupun pengelola  yang menurut saya tidak sesuai prosedur, antara lain pengurus yang memiliki pinjaman adalah inisial SY  Rp.17.000.000 ED Rp. 29.000.000 kalau pegelola inisial AG Rp. 50.000.000 dan MH Rp. 40.000.000 ” ujarnya saat di konfirmasi melalui sambungan telepon pada 23/07/2019.

“Itu yang saya sebutkan baru yang besar-besar saja, pengurus maupun pengelola pinjaman di bawah Rp. 10.000.000 tidak saya sebutkan.” Imbuhnya.

Salah satu nasabah yang berhasil kami konfirmasi menjelaskan bahwa ia merasa kesulitan saat ingin menarik tabungan, padahal uang tabungan tersebut akan di gunakan untuk keperluan keluarga yang sangat mendesak.

“Iya, saya merasa dirugikan, sata menabung ke BMT itu (bmt bbm, red) karena saya percaya. Sebab beberapa pengurus dan pengelola adalah teman saya, tapi saat saya mau ambil uang saya atau hak saya tiba-tiba mereka tidak bisa di hubungi, terutama manajernya ponselnya selalu mati, ini sangat merugikan saya sebagai nasabah” ujar nasabah yang enggan disebutkan namanya.

Nasabah yang mempunyai tabungan sebesar Rp. 32.500.000 ini awalnya mau membeli mobil, setelah menyepakati harga dengan penjual, kemudian ia telpon pihak bmt untuk mengambil tabungan tapi tidak bisa, sampai ia mendengar bahwa bmt sedang mengalami masalah. (*)