BPBD Provinsi Jawa Tengah Siapkan Alat Tes Cepat Antigen di Pengungsian Merapi

 10 total views

Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng terus berupaya menjaga sekitar 1.948 pengungsi Gunung Merapi agar terhindar dari penularan Covid-19. Di antaranya dengan penerapan protokol kesehatan, menyiagakan alat tes cepat antigen, serta menyediakan cairan pembersih tangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Jateng Safrudin mengatakan, pengungsi Gunung Merapi di tiga kabupaten, yakni Boyolali, Klaten, dan Magelang, terus dijaga agar terhindar dari Covid-19.
“Saat kunjungan Doni Monardo (Kepala BNPB) sudah disediakan masing-masing kabupaten itu 2.500 alat swab antigen, 200 ribu masker, hand sanitizer 250 jeriken. Belum digunakan, tapi barang sudah ada,” kata Safrudin, ditemui di Kantor Gubernur Jateng Kota Semarang, Selasa (1/12/2020).
Dia menuturkan, sejumlah peralatan penanganan penularan Covid itu untuk pengungsi, tenaga kesehatan, sampai relawan di tempat pengungsian Gunung Merapi. Saat ini kondisi pengungsi terpantau dalam keadaan baik.
“Pengungsi positif Covid, belum monitor,” jelas Safrudin.
Ditambahkan, saat ini pengungsi paling banyak di Boyolali. Total pengungsi hari ini ada 1.948 orang. Dari jumlah itu, paling banyak di Boyolali ada 905 orang, Magelang 707 orang, dan Klaten 336 orang. Pengungsi didominasi kelompok rentan, lansia, balita, anak, ibu menyusui, dan ibu hamil. Mereka kadang kembali ke rumah, dan juga berada di tempat pengungsi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sudah melakukan sosialisasi dengan BPBD kabupaten di tiga kabupaten, untuk mengedukasi dan menginformasikan masyarakat.
“Teman-teman Merapi sudah sangat paham ancaman itu,” sambung Safrudin.
Kaitannya tempat pengungsian, kata dia, juga sudah dilebarkan atau ditambah. Seperti yang semula hanya di Balai Desa Deyangan Mertoyudan Magelang, sekarang tambah 13 titik, untuk menampung warga Desa Krinjing saat mengungsi.
“Balai desa (Deyangan) yang kapasitasnya 300 (orang) dengan sekat-sekat, bisa untuk menampung warga Desa Krinjing yang  jumlahnya 2.000 (orang). Dari Desa Deyangan sudah memetakan. Ada 13 titik disiapkan menampung pengungsi dari Krinjing. Ada gereja untuk menampung pengungsi,” ucapnya. (Red/Rizky)