Dharma Setyawan Tegaskan Bahwa Pembangunan Wisata Harus Melibatkan Gotong Royong Warga

Madani-News.com – Kota Metro – sebagai penggerak pariwisata warga di Kota Metro, Dharma Setyawan menjelaskan tentang wisata berbasis pemberdayaan warga, dalam Kegiatan “Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Kemitraan Pariwisata Tahun Anggaran 2019”, yang diadakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Metro

Pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Se-kota Metro, yang dilaksanakan di Ball-room IDeA Indonesia Kota Metro tersebut menghadirkan kelompok sadar wisata se-Kota Metro, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wisata warga.

Pembangunan wisata tidak hanya dikelola oleh pemerintah sendiri, melainkan juga harus memanfaatkan nilai gotong royong warga. “saya percaya bahwa gerakan pemberdayaan untuk pembangunan wisata yang dilakukan dengan berkolaborasi, akan menghasilkan gerakan pemberdayaan yang simultan,” jelas Dharma.

Dharma Setyawan menegaskan bahwa kelompok sadar wisata seharusnya mampu membuat warga bergerak dua digit lebih cepat daripada warga biasa. Dan, Dinas Pariwisata harus menyediakan forum-forum lanjutan yang mendampingi warga.

Sebagai penggerak Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi), Dharma juga menjelaskan bahwa Payungi hanyalah ruang kreatif yang dibangun dari gang-gang sempit. Namun, Payungi mampu berkolaborasi dan bergotong-royong untuk memanfaatkan gang-gang sempit. Selain itu, gerakan yang berawal dari musala ini mampu memanfaatkan media digital dengan baik, menjajakan jajanan tradisional, dan gotong royong.

Terakhir, Dharma menggarisbawahi bahwa jika ada warga satu RT mampu membangun tempatnya dan menarik wisatawan untuk hadir, itu jauh lebih baik dari pada orang kaya dengan kekayaannya membangun kota atau tempat wisata.(Red/Dwi)