Diduga, Kepsek SDN 1 Sri Kencono Kec. Bumi Nabung Mark Up Pembelian Buku K-13

Lampung Tengah, Bumi Nabung – Penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) semestinya digunakan kepala sekolah dengan benar dan melaporkan setiap penggunaan anggaran belanja sesuai dengan penggunaan dan pembelanjaan dari Dana Bos, Namun berbeda dengan SDN 1 Sri Kencono, Kecamatan Bumi Nabung ilir, kabupaten lampung tengah ini.

Pada tahun 2019 SDN 1 Sri Kencono Membelanjakan lebih dari 20% dana Bos untuk belanja buku K-13 untuk siswa di tahun 2019 senilai Rp.51.185.500, dari total Dana Bos Rp.186.880.000 yang di duga tidak dibelanjakan untuk buku K-13 di tahun 2019.

Dari hasil konfirmasi kepada kepala sekolah SDN 1 Sri Kencono “PR” mengatakan mungkin kesalahan operator kemudian dia malah menantang saat dilakukan konfirmasi, Bahkan dia mengeluarkan surat kerjasama MoU dengan salah satu lembaga perlindungan hukum (pengacara) yang saat ini sudah menjadi wakil rakyat.

“Mungkin operaror salah ketik, Kalau ada penemuan mau melapor, lapor saja nanti biar pengacara saya yang urus”.Ucapnya

Saat kami ingin mengecek buku – buku tersebut dia mengatakan buku-buku tersebut sedang berada ditangan siswa dibawa pulang dan tidak berada di sekolah, Disitu kembali muncul benarnya dugaan belanja buku K-13 tahun 2019 tidak di belanjakan.

Menanggapi hal tersebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Potensi Daerah (LSM PPD) Provinsi Lampung, M. Alexa Karaeng Mengatakan, Dugaan adanya Mark – Up pengadaan buku K-13 di SDN 1 Sri Kencono tidak semestinya purwanto lakukan karena kami membimbing agar anak- anak mau sekolah, tapi mereka malah menyalahgunakan jabatan nya sebagai kepala sekolah dan mencari keuntungan pribadi.

Saya sangat prihatin dan saya akan laporkan kepada penegak hukum agar di selidiki dan di proses dan saya berharap kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Polres Lampung tengah atau Kejaksaan Negeri lampung tengah untuk melakukan Lidik terhadap dugaan Mark – Up itu buku K-13 di SDN 1 Sri Kencono. Tegasnya.

Dengan adanya dugaan Mark – Up buku K-13 Sejumlah Pihak yang terkait atas pengadaan buku tersebut di Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung tengah sampai saat berita ini ditayangkan belum ada yang bisa dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan dan keterangan terkait dugaan tersebut begitu juga dengan kepala dinas Pendidikan nya. Pungkasnya. (Red/Fandy)