Dirjen Rehsos: Pendamping Program Perlu Memiliki Soft Skills yang “CARE”

Madani-News.com – Denpasar – Kamis (14/11/2019) – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto dalam paparannya mengatakan bahwa Kemensos memiliki empat core bisnis strategis, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dari Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin, Program Rehabilitasi Sosial 5 Kluster New Platform (Progres 5.0 NP), dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Direktorat Pemberdayaan Sosial.

Bagi Ditjen Rehsos, Progres 5.0 NP menjadi jawaban bagi kebutuhan rehabilitasi sosial dalam 5 klaster di Indonesia. Mulai dari klaster Anak, Penyandang Disabilitas, Korban Penyalahgunaan Napza, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, serta Lanjut Usia. Kebijakan ini menyediakan 4 menu utama di semua klaster, yaitu Bantuan Bertujuan (BanTu), Terapi, Perawatan Sosial, dan Dukungan Keluarga.

Edi Suharto menyampaikan bahwa sebagai Pendamping, perlu memiliki soft skills. “Pendamping harus memiliki soft skills yang ‘CARE’ yaitu Connection, Assertive, Rational dan Environment,” kata Edi. Ini menjadi penting dimiliki agar pelaksanaan tugas-tugas pendampingan dapat optimal. Selain itu perlu juga adanya pertukaran informasi antara pendamping PKH dengan Pendamping Rehsos untuk bisa menguatkan dalam peran melayani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Silahkan Pendamping PKH dengan Pendamping Rehsos saling bersinergi dalam melayani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Bisa bertukar informasi dan saling berbagi trik penanganan PPKS di beberapa kasus,” ujar Edi.

Workshop Peningkatan SDM PKH dihadiri oleh 350 peserta yang berasal dari Dinas Sosial, Koordinator Wilayah, Koordinator Kabupaten/Kota, Supervisor dan Pendamping Sosial PKH yang berasal dari Provinsi dan Kabupaten/Kota Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Kegiatan ini berlangsung sejak 13 s.d 16 November 2019 di Hotel 100 Sunset Ballroom, Bali. (Red/Rls Humas Ditjen-Rehsos)