Disela-sela Aktivitas Bersepedanya, Mas Fran Tinjau Langsung TPA Sampah di Karang Rejo

Kota Metro – Disela-sela melakukan aktivitas bersepeda paginya, Fritz Akhmad Nuzir (Mas Fran) menyempatkan diri melihat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Karang Rejo, Rabu (01/04/2020).

Ketika diwawancarai awak media, dirinya mengatakan bahwa kegiatan bersepeda kali ini merupakan wujud menjaga stamina dan kesehatan supaya tubuh tetap sehat di tengah wabah COVID-19 yang sedang melanda hampir seluruh negara di bumi ini.

“Berolahraga itu penting, mau gimana pun caranya asal tubuh bergerak untuk berolahraga, mudah-mudahan tubuh akan sehat,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga menyempatkan mendatangi TPA tersebut setelah mendengar keluhan masyarakat kota Metro khususnya warga Karang Rejo terkait pengolahan sampah di tempat tersebut.

“Kemarin saya dapat kabar dari warga terkait sampah di TPA ini, dan kali ini kami lihat apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini karena sempat kejadian sampai warga menutup jalan,” lanjutnya.

Doktor lulusan Jepang itu pun mengatakan bahwa sampah-sampah yang dibuang pada TPA Karang Rejo tersebut seharusnya merupakan sisa dari tahapan sistem pengelolaan sampah terpadu. Tahapan awal idealnya melalui proses pemilahan sampah di tingkatan rumah tangga terlebih dahulu supaya sampah bisa dipisahkan sesuai jenis sampah.

“Jika dilakukan pemisahan antara sampah organik dan non organik maka sampah-sampah tersebut bisa digunakan kembali misal diolah menjadi kompos atau didaur ulang menjadi bahan baku kembali. Dengan begitu sampah yang berakhir ke TPA dapat dikurangi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, M. Tekad, salah seorang warga menyampaikan bahwa kegiatan TPA tersebut terkadang membuat warga resah.

“Di sini warga tidak pernah mempermasalahkan keadaan TPA, namun Pemkot Metro seharusnya memperhatikan nasib kami disini tidak cuek saja,” cetusnya.

Dirinya pun sangat menyayangkan aktivitas TPA yang selalu dialihkan dengan keadaan alat berat yang kurang memadai.

“Selalu alat berat yang menjadi alasan, bila memang itu sebuah kendala seharusnya pemerintah dapat berbenah sejak lama mengingat TPA ini di pinggir pemukiman warga dan kami sangat berharap kepada pemerintah tentang bahaya penyakit yang di dapat dari TPA ini setiap tahunnya serta kami mohon setiap bulan pemerintah melakukan penyemprotan hama lalat dan nyamuk di sekitar TPA ini jangan diam saja,” pungkasnya. (*)