Dua Sisi Penetapan Larangan Mudik Ditengah Pandemi Covid-19 dan Dampak Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kecil

Tasikmalaya – Setelah diumumkannya oleh pemerintah tertanggal 24/04/2020 mengenai penetapan larangan mudik merupakan salah satu pola untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 secara meluas. Memberikan pandangan secara dua sisi, hal ini seakan menjadi fenoma gulungan es yang semakin hari semakin membesar. Sebelumnya penetapan pembatasan mobilitas di tiap wilayah, himbauan dan arahan agar tidak berkumpul, melakukan kegiatan segalanya di rumah berdampak sekali terhadap golongan menengah ke bawah khususnya yang berpenghasilan harian, dan juga pelaku usaha ekonomi kecil khususnya.

Hendi (35) yang biasa berjualan baso sekitar wilayah Indihiang dan juga Terminal Indihiang menuturkan “Kondisi tahun ini merupakan tahun terkelam buat saya, pendapatan semakin hari semakin tidak pasti dan bahkan seolah semakin menurun. Semoga di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Allah SWT segera mencabut wabah yang ada di negeri ini, dan semoga semuanya cepat berlalu dan kembali seperti semula”.

Pria yang memiliki dua anak ini mengaku seumpama menjelang Ramadhan pendapatnya jauh lebih besar dari hari-hari biasa, karena masyarakat biasanya menjelang 1 Hari sebelum puasa, selalu mengadakan acara “Munggahan” (Istilah orang Sunda dalam menyambut bulan puasa) tahun ini hanya bisa berpasrah.

Di kota Tasikmalaya sendiri pasien yang diduga terkena covid-19 dari awal bulan April 2020 semakin hari semakin bertambah, hal ini kemungkinan adanya para pemudik dari zona merah yang berpulang kampung, dan belum terdata untuk laporan pengecekan kesehatannya sebelum diberlakukannya Penetapan Larang Mudik. Dilansir dari laman mikotas.tasikmalayakota.go.id update terakhir per tanggal 25 April 2020 Pasien yang positif covid-19 terindikasi 29 orang meliputi Positif RDT 21 orang, Terkonfirmasi Lab (PCR) 8 orang, Adapun dalam perawatan 20 orang, Sembuh 7 orang, dan meninggal 2 orang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya persebaran covid-19 mulai dari Kecamatan Tawang, Bungursari, Kawalu, Mangkubumi, Cihideung, Cipedes, Tamansari, Purbaratu, Cibeureum dan Kecamatan Indihiang jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) 324 orang, Orang Dalam Pantauan (ODP) 1.084 orang, Pasien Dalam Perawatan (PDP) 26 orang, Positif Covid-19 29 orang.

Penetepan larangan mudik oleh pemerintah ini, diharapkan dapat mencegah penyebaran virus covid 19 lebih luas, Sinergitas pemerintah dan masyarakat lebih dieratkan kembali, termasuk penyampaian dan distribusi bantuan haruslah tepat sasaran dan tidak dibeda-bedakan. Jangan sampai masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan sosial terdata sebelumnya, belum sama sekali mendapatkan haknya.

Termasuk masyarakat atau warga pelaku usaha kecil, tenaga honorer yang tidak memiliki kartu sembako, maupun kartu lainnya dapat juga diperhatikan oleh pemerintah setempat, pemerintah provinsi khususnya pemerintah pusat. (Red/Gdy)