Duta Wisata Bangka Barat Gelar Senja Season II Aksi Menemani Kaum Lansia Jauh Dari Keluarga

 14 total views

Bangka Barat – Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) melaksanakan Kegiatan Senja season II, yang bertujuan untuk menemani massa senja dari kaum lansia yang jauh dari keluarga.

Kegiatan Senja season II tersebut ikatan BDBAR berkunjung ke rumah Ibu Selemi yang bertempat di Desa Ahoy Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat pada Minggu (6/9/2020)

Orie Fachridho Hermawan selaku Runer Up II Bujang Bangka Barat Tahun 2020 mengatakan, Ibu Selemi merupakan sosok wanita yang tangguh, walaupun memiliki keterbatasan beliau selalu berusaha untuk menutupi dan mensyukuri nikmat kehidupan yang Allah berikan.

Selemi seorang pekerja keras, beliau menjual kelapa muda di halaman rumahnya untuk memenuhi kebutuhan dirinya sehari-hari.

“Semoga dengan adanya kegiatan Senja season II yang dilakukan oleh ikatan BDBAR, dapat memberikan gambaran sosial tentang kehidupan masyarakat yang luput dari perhatian kita. Dengan kondisi anggota tubuh yang tidak sempurna, Ibu Selemi tetap berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri” tuturnya

Sementara itu, Wulan Purnama Sari selaku Dayang Berbakat Bangka Barat Tahun 2020 menuturkan, Selemi adalah sosok pemberani, penyabar, beliau adalah perempuan tangguh dan pantang menyerah walaupun memiliki banyak kekurangan.

“Setelah kami berbincang dengan Ibu Selemi kami pun paham bahwa kehidupan itu harus kita syukuri, untuk Ibu selemi tetap sabar menjalani kehidupan ini, tetap jadi wanita pemberani dan bersyukur, tetap tabah dengan keadaan apapun yang terjadi, kami berharap semoga banyak pihak yang bisa memberi bantuan lebih kepada ibu Selemi untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup di massa pandemi COVID-19,”tuturnya.

Wulan kembali menambahkan, ucapan terima kasih kepada para dermawan yang telah memberikan donasi berupa uang, pakaian dan sembako. Semoga donasi para dermawan dapat membantu kehidupan Ibu Selemi dan kebaikan dermawan di balas oleh Allah SWT.

“Mungkin dalam hidup kita selalu mengalami kegagalan dan kekurangan, namun hal itu bisa kita hadapi, jadikan kegagalan sebuah pembelajaran, jadikan kekurangan sebuah tombak untuk bangkit dalam mencapai keberhasilan, buat masyarakat dan khususnya ikatan BDBAR kita dapat belajar dari Ibu salemi tentang bersyukurnya beliau dalam menjalani kehidupan ini, kita harus mengintropeksi diri kita agar lebih banyak bersyukur,” tungkasnya. (*)