Fahri Hamzah: Penggunaan Peluru Tajam Harus Segera Diinvestigasi

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kiri) memberikan sambutan pada kegiatan Orasi dan Dialog Kebangsaan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Kota Gorontalo, Gorontalo, Minggu (10/2/2019). Orasi dan dialog kebangsaan tersebut membahas arah baru tantangan global Indonesia, sekaligus deklarasi GARBI Chapter Gorontalo.

Madani-News.com – Jakarta – Buntut kericuhan antara massa yang mengatasnamakan Gerakan Kedaulatan Rakyat atau yang dikenal dengan Aksi 22 Mei dengan aparat gabungan TNI/Polri di Jakarta, pasca pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu serentak 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebanyak enam orang meninggal dunia, 200-an orang mengalami luka-luka.

Bahkan, pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan membenarkan ada korban tewas akibat tertembak di bagian dada saat kerusuhan di depan Pasar Blok A Tanah Abang. Korban tewas itu bernama Farhan Syafero (30) beralamat di Kampung Rawakalong, Kelurahan Grogol, Kota Depok.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan kalau dirinya sudah mengingatkan kepada aparat untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi massa pengunjuk rasa, apalagi sampai menggunakan peluru tajam.

“Saya sudah ingatkan lama, jangan salah membaca massa. Jangan anggap remeh, tapi bacalah dengan hati yang bersih, jangan pernah berniat memakai kekerasan,” katanya ketika dihubungi Rabu (22/5/2019).

Penggunaan peluru tajam, lanjut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesa (GABRI) itu, harus segera diinvestigasi dan dibuka ke seluruh dunia. Sebab kalau tidak, Indonesia bisa kena delik kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) seperti 1998 dan setelahnya yakni Trisakti dan Semanggi.

“Aparat harus fokus selamatkan nyawa, sekali lagi nyawa. Jadi saya mohon aparat menahan diri, tidak menambah radikalisme massa,” imbuh Fahri Hamzah.

Seperti diketahui, bentrok antara massa demo di Bawaslu dan polisi terjadi semalam. Polisi bertindak lantaran massa bertindak anarkistis dan tidak mau dibubarkan hingga dini hari.

Selain itu, ada massa yang membuat keributan di dekat markas Brimob di Petamburan. Pagi ini, sekelompok massa bertindak anarkistis di sekitar Tanah Abang.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memastikan kalau tidak menggunakan peluru tajam dalam menghalau massa.

“Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” tegas Argo Yuwono.

Sumber: Suara Pembaruan