FORPETRA Minta Ketegasan Pemkot Metro Jangan Buru-buru ambil Keputusan Tatakelola Pasar

Agus Fatoni, Sekretaris Umum Forpetra saat dimintai pendapatnya oleh Reporter media ini mengatakan, ” Perlu adanya kajian matang dalam setiap pengambilan keputusan dalam skala prioritas pembangunan apalagi fasilitas publik, Jadi kami meminta secara tegas ” Jangan Tergesa – gesa ” harus dikaji dari berbagai aspek.” Tegas aktivis muda lampung ini.

Untuk diketahui, Hal itu diketahui dari rapat tertutup pembahasan permohonan persetujuan peralihan hak sertifikat HGB Pasar Tradisonal Moderen yang diajukan oleh PT. Satria Sukarso Waway- PT. Tiga Satu Mandiri Prima Join Operation (JO), diruang Sekda Kota Metro, Selasa (23/4/2019).

Disisi lain, Ir. Nasir AT, Sekretaris Daerah Kota Metro aat di wawancarai oleh awak media mengatakan, ”saya belum mendapat laporan dari Asisten II.” Ujarnya seolah buang badan.

Ir.Nasir AT , Sekretaris Daerah Kota Metro

Nasir melanjutkan, “Iya memang ada rencana, tapi belum final. Dan memang ada beberapa lahan yang belum keluar SHGB, nah itu akan digunakan oleh Pemkot Metro,” jelasnya disela sela acara Rakerkesda Kota Metro,Balroom Hotel Grand Sekuntum, Rabu (24/4/2019).

Lebih lanjut nasir menjelaskan, SHGB yang sudah keluar, tapi memang berbenturan dengan lahan parkir. Sehingga perlu ada negosiasi ulang. “Sejauh ini Pemkot Metro tidak ada kendala, kalau ada kendala pasti ada laporan yang masuk ke saya,” lanjutnya kepada Madani-news.com.

Sekda Metro pun kembali menegaskan terkait polemik peralihan hak sertifikat HGB Pasar Tradsisional Moderen Kota Metro cuma ada dua point permasalahan yang segera akan di selesaikan.

“Jadi yang pertama ada lahan yang sudah diperjanjikan tapi belum keluar SHGB, dan ada lahan yang sudah keluar SHGB, tapi berbenturan dengan rencana lahan parkir,” jelas pria berkaca mata ini.

Hingga berita ini diturunkan beberapa pihak terkait problematika ini belum bisa di hubungi. (*)