Fritz Akhmad Nuzir Dalam Talkshow Dan Bedah Buku Banyak Kaum Millenial Antusias

Madani-News.com – Lampung, Kota Metro – Tepat pada malam minggu, talkshow dan bedah buku tentang ‘Masa Depan Kota Kita’ bersama Dr. Eng. H. Fritz Akhmad Nuzir S.T., M.A., mendapat antusias dari beberapa kalangan masyarakat, salah satunya kaum millenial. Terlihat, para kaum millenial yang antri untuk foto bersama atau selfie, di Samber Park Kota Metro, Sabtu (30/11/19).

Fritz Akhmad Nuzir, atau yang biasa disapa dengan Franz, mengatakan untuk visi dan misi untuk Kota Metro kedepan tidak perlu menyimpang jauh dari visi dan misi yang sudah ada, karena hal itu dapat menyebabkan cita-cita dan mimpi para pemimpin terdahulu jadi sia-sia.

“Tugas kita saat ini ialah apa yang sudah menjadi mimpi dan cita-cita founding father kita untuk dilanjutkan. Karena jika kita mengubah visi dan misinya membutuhkan waktu yang panjang, dan apa yang sudah perbuat oleh pemimpin terdahulu menjadi sia-sia,” ungkapnya.

Foto : Muda-mudi Kota Metro bergantian untuk foto bersama Fritz Akhmad Nuzir.

Lanjutnya, sudah waktunya Kota Metro membantu Indonesia, dalam mengurangi sampah plastik. Dengan pemberian edukasi kepada masyarakat, serta adanya peraturan pemerintah, akan dapat dengan ringan untuk mengatasinya.

“Ayo, mulailah dari diri kita sendiri, dari kota yang kita cintai ini. Akan jadi budaya yang baik ketika sudah terbiasa dalam pengurangan sampah plastik, lalu akan menjadi suatu wujud pendidikan kepada masyarakat, selaras dengan kota pendidikan yang kita banggakan ini. Jelas hal itu memang PR semua negara,” tuturnya.

Sudah kami lakukan juga di Kota Surabaya, contohnya. Kemudian itu di respon baik oleh bantuan luar negeri yang memang fokus pada bidang kebersihan dan sampah plastik. Oleh karena itu, kami ingin kota ini seperti demikian, dan juga memang sulit untuk menumbuhkan tingkat kesadaran akan sampah plastik itu, serta memakan anggaran yang tak sedikit,

“Kalau tidak kita mulai sekarang, lantas kapan lagi? coba kita lihat Jepang, hanya terdapat tong sampah yang sangat minim sekali, tetapi lingkungannya tetap terjaga bersih. Sebab, tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan itu tinggi, itulah mengapa butuhnya kita masuk dalam jaringan internasional,” jelasnya.

Kemudian, Rian (21), kaum millenial yang saat itu hadir pada talkshow dan bedah buku tersebut, menyampaikan rasa antusiasnya dan kagum terhadap Fritz Akhmad Nuzir.

“Saya itu tadinya bingung mas, bang Fritz itu mau ngomongin apa, ternyata amaizing mas, style-nya anak muda banget, dan melihat dia begitu fokusnya untuk Kota Metro, sampai-sampai ciptain buku sendiri, kalau tak salah nama episodenya itu chapter 1, the arrival, mudah-mudahan bang Fritz ini bisa menjadi contoh atau referensi bagi anak muda yang ada di Kota Metro,” urainya.

Hal senada diungkapkan oleh Maysaroh (20), ia mengaku tak kenal dengan sosok Fritz Akhmad Nuzir. Tetapi hal itu bukan pengahalang, untuk fokus mendengarkan pernyataan Fritz dalam talkshow dan bedah buku tersebut bersama teman-temannya.

“Saya itu tadinya enggak tahu lho mas siapa bang Fritz itu, kok terasa beda tiba-tiba ada acara seperti bedah buku begini. Setelah saya telusuri, saya perhatikan apa yang ia sampaikan, dan penampilannya yang anak muda juga gitu, terasa enggak jauh beda usianya. Apa yang disampaikan tadi bisa jadi inspirasi bagi kita semua, apalagi saat dia ngomongin lingkungan, itu kena banget mas. Soalnya di dekat rumah saya itu masih aja banyak yang buang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik. Seiring berkembangnya zaman, anak-anak muda khususnya di Kota Metro harus ikut berkembang, selain selalu peduli terhadap lingkungan, juga harus meningkatkan kesosialan, yakni ilmu dalam bermasyarakat, jangan di medsos aja, tapi dunia nyata,” ucapnya. (Red/Whd/Richard)