Ganjar Pranowo Himbau Stok Pangan Aman, Warga Jateng Tak Perlu Panik Borong Sembako

 10 total views

Jawa Tengah, Semarang – Sampai tujuh bulan ke depan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan stok pangan di wilayahnya masih mencukupi. Untuk itu, Ganjar mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan pokok secara besar-besaran sebagai imbas mewabahnya virus Corona di Jawa Tengah.

“Cadangan pangan kita mampu untuk mencukupi kebutuhan selama tujuh bulan,” kata Ganjar, seusai rapat bersama jajarannya, Senin (16/3).

Berbeda dengan rapat Sabtu (14/3) lalu, kali ini Ganjar beserta jajarannya fokus membahas dampak ekonomi akibat merebaknya virus corona. Salah satu yang dibahas secara intens adalah sektor pangan, khususnya beras.

“Beras di Bulog masih bisa untuk tujuh bulan. Ditambah nanti Bulan April kita akan panen 1,6 juta ton,” kata Ganjar.

Selain beras, cadangan yang masih bisa diandalkan adalah jagung karena mencapai 1,7 juta ton. Pada April nanti juga akan panen raya mencapai 1,7 juta ton. Namun jika untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak, jumlah tersebut hanya bertahan sampai bulan April.

Sementara cadangan yang menipis adalah gula pasir yang hanya 500 ton dan bawang putih sebanyak 500 ton pula. Dengan jumlah tersebut, cadangan gula pasir dan bawang putih hanya akan mampu bertahan sampai tujuh hari. Menurut Ganjar kekurangan tersebut bakal segera teratasi, terlebih kran impor telah dibuka karena Tiongkok telah membuka diri.

“Kita utamakan untuk bawang putih dan gula. Tapi untuk gula sebenarnya kita punya subtitusinya yaitu gula aren atau gula semut,” kata Ganjar.

Untuk gula aren ataupun gula semut menurut Ganjar bisa jadi alternatif, terutama bagi UMKM yang berproduksi memanfaatkan gula, apalagi produksi gula semut maupun gula aren di Jawa Tengah cukup tinggi.

“Tadi Pak Wagub (Gus Yasin) usulannya sangat bagus untuk subtitusi gula itu. Momen ini, selain kita menghadapi musibah, juga sebenarnya menguji seberapa kuat ketahanan pangan kita,” tandasnya.

Melihat kondisi tersebut Ganjar berharap masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kondisi pangan, apalagi sampai melakukan pembelian bahan pokok besar-besaran.

“Tetap tenang, kalau terjadi hal darurat kita siap pangan kita,” katanya. (Red/Rifky/Humas)