Gejolak Politik Internasional

Penulis : Dwi Nugroho (Penggiat Payungi Kota Metro)

Madani-News.com – Meskipun, sampai saat ini, dunia internasional masih mengakui satu China, dalam artian tidak ada namanya Hongkong China, Makau dan China Taipe, namun ketiga negara tersebut secara struktural memiliki pemerintahan masing-masing. Peristiwa di Hongkong, yang melibatkan semua masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan dipicu oleh perlakuan China kepada Hongkong, yang ikut campur dalam sistem pemerintahan Hongkong secara struktural. Hasilnya, aksi demonstrasi tidak ter-elakkan yang mengakibatkan keuangan Hongkong tersendat karena mendeknya Kerja Sama bilateral antar negara.

Tuntutan untuk menjadi negara yang demokrasi menjadi seruan global pihak demonstran. Demonstrasi yang menuntut untuk menjadikan negara yang independent tanpa ada campur tangan China bergulir secara berkelanjutan. Sehingga, selain aktivitas ekonomi yang mandek karena boikot dari masyarakat terhadap segala aktivitas perekonomian dan perkantoran.

Kebijakan politik China saat ini masih belum memberikan kebebasan politik kepada Hongkong. Itu menjadi pemicu gerakan turun jalan masyarakat Hongkong kian memanas bahkan tidak segan-segan masyarakat melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan. Perseteruan politik kedua negara tersebut berlanjut sampai pada ancaman penerjunan militer China untuk membubarkan aksi masa. Namun, pada faktanya itu hanya sebuah ancaman China terhadap masyarakat Hongkong.

Hongkong yang merupakan negara perserikatan Inggris merupakan negara yang mempunyai nilai pembangunan ekonomi yang stabil. Pengejolakan politik ini menjadi sebuah fenomena yang luar biasa yang mampu melumpuhkan perekonomian Hongkong. Fenomena ini merupakan strategi masyarakat untuk memukul pemerintah agar membuat keputusan bahwa Hongkong akan keluar dari bayang-bayang China.

Pertumbuhan ekonomi China yang mengalami stagnasi menjadi pendorong kuat untuk melakukan imvasi di lahan basah Hongkong. Pengakuan satu China oleh dunia internasional membuat peluang China untuk mengakomodir perekonomian 3 negara tersebut semakin kuat. Hal itu secara politik merupakan strategi khusus untuk melawan Amerika Serikat dalam dunia dagang Internasional. Dengan kekuatan ekonomi yang besar, maka China akan menjadi jawaban dalam setiap laga perseturuan.

China dalam tahap ini membutuhkan kekuatan ekonomi yang besar untuk mengkudeta Amerika Serikat dalam pasar internasional. China masih membutuhkan kekuatan dan penguatan strategi dagang internasional untuk mengcounter serangan dagang Amerika dan juga Eropa. Maka, mengintervensi kedaulatan negara Hongkong adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan ekonomi China.

Hongkong yang merupakan negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang baik dan sumber daya manusia yang kompetitif dalam persaingan dagang, akan dijadikan kekuatan alternatif China dalam. Melawan Amerika. Hal itu terbukti dari nilai-nilai pembangunan di Hongkong yang mampu menarik perhatian dunia. Pembangunan bawah tanah yang mengesankan membuat Hongkong menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam bidang teknologi dan arsitektur.

Peristiwa lain yang masih hangat menjadi perbincangan publik adalah kudeta terhadap presiden Evo Morales di Bolivia yang dilakukan oleh kelompok kanan. Morales yang merupakan golongan kiri menjadi alasan kuat untuk dilengserkan karena tidak lagi seragam dengan kebanyakan masyarakat. Sehingga, dalam waktu yang singkat ia memutuskan untuk mundur dari kedudukan tertinggi di Bolivia. Atas peristiwa kudeta yang dilakukan kepada Morales, tokoh kiri di Bolivia, Mexico memberikan suaka setelah Morales menyatakan mundur. Mexico adalah negara yang juga berpaham kiri menerima Morales, bahkan memberikan bantuan diplomasi untuk mendapatkan kesempatan pergi ke Mexico.

Meskipun ada beberapa negara yang tidak mau daerahnya dilintasi pesawat yang mengangkut Morales untuk pergi ke Mexico, Morales sampai ke Mexico dengan selamat. Artinya, pengejolakan politik di Bolivia tidak membiarkan kelompok kiri untuk berkuasa setelah sekian lama golongan kiri memimpin negara tersebut. Tentu itu merupakan pengejolakan politik internasional karena melibatkan banyak pihak dan negara yang mencekam namun tidak sampai pada gejolak politik yang pernah terjadi di Jerman beberapa tahun silam.

Kamboja, dalam kasus lain, juga sedang bergejolak, yang mana tokoh oposisi, Sam Raimsy, menjadi buruan karena sikapnya yang mencemarkan nama baik PM Hun Sen yang menjadi pemimpin tertinggi terpilih secara sah. Selain itu, Sam juga dirumorkan akan mengkudeta Hun Sen dengan membentuk sebuah kekuatan untuk melawan PM Hun Sen. Pengasingannya di Perancis merupakan awal dari perjalanannya dalam bentuk gerakan penyelamatannya.

Perpindahan ke negara Asean seperti Thailand, Malaysia dan terakhir ini Indonesia merupakan agendanya untuk menghimpun bantuan dari negara-negara Asean. Pergerakan Sam Raimsy sebagai oposisi menjadi awal mula pertikaian antara Hun Sen dan dirinya dan kompatriotnya. Kehadiran Sam Raimsy ke Jakarta, baru-baru ini, menjadi agenda yang tiba-tiba, yang sebenarnya dikecam oleh Kamboja. Agenda ini juga merupakan agenda politik yang melibatkan banyak negara. Secara politik, Sam tentu bukan tanpa alasan datang ke berbagai negara karena saya pikir ini adalah agenda politik yang mencari dukungan dalam dunia Internasional.

Dalam beberapa hari ke depan Sam Raimsy akan meninggalkan Indonesia dan mungkin akan kembali ke Kamboja atau bisa jadi meneruskan jalur politiknya ke berbagai negara. Permasalahan internal negara ini telah menjadi permasalahan internasional yang akan mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara jika Raimsy mampu berdialog dan menstimulate setiap negara yang dikunjungi.

Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah Indonesia sedang baik-baik saja atau banyak permasalahan tunggal yang ditutupi? Kita lihat Papua yang hingga kini masih memperbincangkan kedaulatan daerahnya. Papua yang kaya dengan hasil bumi saat ini sengsara karena banyak pihak hadir untuk memperkosa alam Papua tanpa ada keseimbangan bagi hasil. Karena kebijakan pemerintah, kekayaan alam Papua hanya akan dikeruk oleh USA tanpa ada imbalan kepada penduduk pribumi.

Maka wajar jika masyarakat Papua mempertanyakan kedudukannya dan hak nya atas bumi yang dipijak. Katanya ketahanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut saya ya wajar jika masyarakat Papua mempertanyakan hal itu, yang mana selama ini hanya dieksploitasi alamnya. Pengejolakan Papua adalah upaya untuk mempertanyakan keberadaan Pancasila sebagai dasar negara. Gagasan Papua merdeka berdasarkan sejarah sudah disuarakan sejak dulu karena tidak adanya kesesuaian falsafah dan juga kedisiplinan politik.

Jangan biarkan negara yang sekarang menjadi negara yang sorrow dengan mengorbankan partikel kecil negara dan tanah lapanganya kepada asing. Kita harus belajar dan bersosial untuk mencegah pelibatan asing dalam kasus Papua. Tentu, Papua mempunyai hak untuk merdeka dan mengambil kekayaannya sendiri.

Jika kemerdekaan adalah sesuatu yang vital maka Indonesia harus menghormati hal itu. Tidak terjadinya keseimbangan antara pengerukan hasil bumi dengan dampak lingkungan dan ekonomi domestik membuat tanah Papua tidak seproduktif seperti dulu dan tidak ada dampak yang nyata terhadap perubahan gaya hidup Papua.

Sebelum ada mesin-mesin dan kendaraan besar yang dioperasikan, Papua ada sebuah daerah yang asri karena orang-orang Papua dapat hidup dengan alam. Tapi sekarang karena politik, kesengsaraan Papua terlihat di banyak tempat tanpa ada nilai keseimbangan. (Whd)