GenPI Lampung dan Disperindag “Upgrade” SDM Pasar Kreatif

 30 total views

Metro – Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Provinsi Lampung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung berkolaborasi fasilitasi pelaku Industri Kecil Menengah, (IKM), Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Penggerak Pasar Kreatif untuk menambah wawasan dan keterampilan melalui pelatihan IKM, UKM, dan Pasar Kreatif.

Pelatihan digelar di aula Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi Kota Metro selama tiga hari 16-18 November 2021 ini. GenPI Lampung mengundang setiap perwakilan pasar kreatif sebagai peserta, setidaknya berjumlah 22 orang. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang aktif dalam pengembangan Pasar Kreatif dan UKM di provinsi Lampung.

Ketua GenPI Lampung Abdul Rohman Wahid di lokasi pelatihan mengatakan, “Maksud dari dilaksanakannya kegiatan Pemberdayaan IKM dan Pasar Kreatif adalah untuk meningkatkan geliat usaha para IKM dan Pasar Kreatif melalui penguatan pengetahuan, inovasi produk dan pemasaran secara digital.”

Sebagai pendukung keberhasilan pelatihan ini, GenPI memformat materi yang relevan dengan tujuan pelatihan. Materi yang dipelajari oleh peserta pelatihan ini diantaranya adalah:Marketing dan Branding ( Julianto Nugroho ),. Pengelolaan keuangan UMKM ( Musthafa Akhyar ), Social Mapping dan Peta Bisnis ( Dwi Nugroho ), Pendidikan pemberdayaan ( Mustika ES ), Legal dan administrasi bisnis ( Abdul Rohman Wahid ), Creative hub ( Dharma Setyawan ), Web development ( Tomi Nur Rohman )

Hal paling penting dari upaya untuk memajukan sektor industri adalah konsistensi dan keberlanjutan. Sehingga, perlu adanya pemberdayaan, baik bagi para UKM selaku subyek maupun bagi Pasar Kraetif sebagai tempat pemasaran (obyek).

Adhari salah satu peserta dari Pasar Irigasi Sidoarjo Selatan mengaku sangat terbantu. “Banyak insight yang kami dapat dari pelatihan ini. Kami menyadari pentingnya peningkatan kapabilitas SDM sebagai faktor kunci keberhasilan pengembangan pasar kreatif. Selain tak kalah penting soal bagaimana pemasaran dengan bantuan media digital agar pengunjung datang dan pasar terus hidup,” ungkapnya.