Himbara Turut Andil Menyukseskan Penyaluran Bansos PKH Program Kemensos

Madani-news.com – Tangerang – Kementerian Sosial memercayakan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui kerjasama dengan Himbara (Himpunan Bank Negara), Senin 8 April 2019.

Salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang turut berperan disamping BNI, BTN dan Bank Mandiri dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH khususnya di Kabupaten Tanggerang.

Menteri Sosial RI Agus Gimawang K, Ketika Menyampaikan pesan pendek kepada Penerima Bantuan Bansos PKH di Tanggerang

Berbincang di sela-sela acara Sosialisasi yang dibuka oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan turut dihadiri Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, serta pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Sosial. Penyaluran Bansos PKH dan BPNT di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten hari ini, M. Taufik Hidayat Vice Presiden Divisi Social Enterpreneurship BRI menuturkan bahwa “Telah dilakukan berbagai strategi untuk kelancaran penyaluran bantuan dengan memeratakan agen-agen BRI di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah agen BRI-Link sekitar 410.000an agen yg tersebar” ujar Taufik kepada Madani-news.com.

Tak dapat kita ragukan lagi peran Himbara dalam penyaluran bansos. Sampai bulan April mencakup 312.875 KPM, bantuan tahap II Rp 210.398.750.000,-dengan total bantuan Rp 578.247.295.000,- untuk wilayah Provinsi Banten. Sedangkan untuk Kab. Tangerang adalah sejumlah 93.924 KPM dengan bantuan tahap II Rp 59.119.700.000,- dan total bantuan hingga bulan April Rp 159.789.675.000,-

Taufik tak memungkiri terdapatnya beberapa kendala yang dialami pihak Himbara dalam penyaluran bansos PKH. Sebagai bank berpelat merah ini, BRI melingkup wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yaitu dengan kondisi topografi dan geografi yang tersebar dan sulit dijangkau oleh KPM. Upaya yang dilakukan diantaranya Bank Himbara dalam hal ini Bank BRI bersama Kemenkominfo dalam hal penyediaan jaringan komunikasi di daerah sulit sinyal, disertai optimalisasi jaringan BRISat yg dimiliki BRI, sehingga penyaluran bantuan sosial dapat berjalan dengan lancar dan optimal bagi KPM.

Suasan Penerima Bansos PKH di ruangan dengan penuh kebahagian.

Menilik ke belakang, Himbara dalam konteks bantuan sosial hadir sebagai upaya peralihan dari penyaluran bantuan secara tunai menjadi non tunai. Selanjutnya, Himbara mengambil langkah melalui pemanfaatan agen BRI-Link. Artinya ada sharing profit antara perbankan dan para agen Bank dalam hal ini agen BRILink yg melibatkan masyarakat sehingga dapat memaksimalkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat. Agen bank sebagai perwujudan Branchless Banking perbankan dimaksudkan sebagai upaya untuk efektifitas dan memberikan kemudahan kepada KPM utk bisa mengakses fasilitas perbankan yg lebih terjangkau dari domisili KPM.

Peran Pendamping berperan antara lain untuk menginformasikan kepada KPM PKH dimana saja lokasi-lokasi agen BRI-Link dan BRI juga menyiapkan petugas bansos sejumlah 1.400 orang di seluruh Indonesia yang berperan sebagai jembatan/bridge antara pendamping PKH dan BRI, sehingga penyaluran bansos semakin optimal. (Adv/Red/Rls/Kemensos_RI)