HMI Komisariat Ekonomi Unila Adakan Diskusi Online, Kartu Prakerja Bagus, Tapi Tidak Tepat Saat Pandemi Covid-19

 13 total views

Bandar Lampung – HMI Komisariat Ekonomi Unila mengadakan Diskusi Online Membahas Kartu Prakerja dari berbagai sudut pandang, salah satunya dari akademisi Dosen FEB Universitas Lampung DR. Usep Syaefudin yang menilai bahwa program Kartu Prakerja merupakan program yang tujuannya baik. Tetapi implementasinya banyak yang bermasalah sehingga perlu dilakukan evaluasi secara terus menerus.

“Selain itu juga disaat pandemi seperti ini bukan insentif kartu pra kerja yang dibutuhkan masyarakat melainkan bahan pangan. Kita membutuhkan data valid untukklasifikasi kelompok masyarakat: penghasilan tinggi, menengah, rendah (makan saja susah). Nah, kelompok ketiga ini lebih pas diberi BLT, bukan kartu atau pelatihan ” katanya dalam Diskusi Online Via Aplikasi Zoom bertunjuk “Ngopi Bareng” dengan Tema “Kartu Prakerja : Solusi atau Politisasi”, Minggu (17/5/2020).

Hal senada juga disampaikan Gita Leviana Putri selakuTenaga Ahli DPR RI ini mengatakan bahwa Kartu Prakerja ini merupakan sebuah solusi yang baik, program yang sebenarnya tujuannya baik, tapi tidak mutlak bisa dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, dalam program Kartu Prakerja sangat rasional dan berguna untuk meningkatkan kemampuan pekerja.

Gita mengatakan dalam Diskusi Via Aplikasi Zoom yang jadi permasalahannya adalah ketika Kartu Prakerja yg tujuannya baik ini, tidak tepat sasaran. Sebagian motivasinya adalah mengejar nominal insentif sebesar Rp. 600.000,- bukan pelatihannya, untuk itu dari proses seleksi harus lebih selektif memilah motivasi peserta Program Kartu Prakerja ini.

Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila ini, mengatakan dari segi anggaran dalam masa pandemi, tidak relevan jika alokasi anggaran yang begitu besar dianggarkan untuk kartu kerja

“Kalangan yang rentan ekonomi mesti dibantu secara langsung. Pelaku usaha diberikan program seperti ikut membuat masker dan APD supaya bisa bertahan di tengah pandemi,” tuturnya.

Gita menyimpulkan, kartu prakerja adalah salah satu solusi. Namun, pemerintah perlu menyiapkan solusi lain untuks etiap tingkatan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (*)