Ini Statement Rektor IAIN Metro Soal Perempuan dan Era Disrupsi Pada AICIS 2019

Madani-News-Jakarta-perhelatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-19 Tahun 2019 kembali di gelar. Konferensi yang dilaksanakan di Hotel Mercure Batavia, Jakarta pada 1 – 4 Oktober ini diawali dengan diskusi  mengenai Islamic Higher Education’s response to the era of disruptions. Prof.Dr.Enizar,M.Ag (Rektor IAIN Metro) menjadi salah satu speaker pada diskusi kali ini.

Prof.Dr.Enizar,M.Ag beserta lima Rektor perempuan PTKIN lainnya mengutarakan pendapatnya terkait perempuan dan PTKIN serta peluang dan tantangan pada era disrupsi. Menjawab pertanyaan mengenai fenomena banyaknya mahasiswi dibanding mahasiswa, Prof.Dr.Enizar menjelaskan bahwa hal tersebut bagus, karena artinya sudah banyak perempuan-perempuan Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bahkan, saat ini kiprah perempuan, khususnya di Kampus IAIN Metro sangat menonjol, baik dari segi prestasi akademik maupun non akademik. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan zaman, dimana wanita terdidik diperlukan untuk tetap berkiprah di dunia publik namun lihai pula dalam urusan domestik.

“Disisi lain, melihat perkembangan peserta didik milenial yang mudah beradaptasi akan perkembangan teknologi, maka para Dosen dan pendidik lainnya dihimbau untuk berupaya menjaga eksistensi pendidik, sehingga tidak tergilas oleh berbagai macam aplikasi belajar online” tutur Enizar saat Diskusi berjalan interaktif yang dimoderatori oleh Prof. Arskal Salim GP , Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Berbagai pertanyaan dan informasi disampaikan oleh audiens, mulai dari peneliti, Dosen hingga mahasiswa. Kesimpulan dari ke-enam narasumber pada diskusi kali ini adalah penting adanya adaptasi terhadap perkembangan digital, namun harus dibarengi dengan perkembangan akhlak yang baik pula. Sebelum giat diskusi ditutup, masing-masing narasumber memberikan closing statement. Dalam kesempatan itu Rektor IAIN Metro menegaskan bahwa meskipun dunia semakin berkembang dan era disrupsi hadir, hubungan langsung dan nilai-nilai kultur sosial masih tetap diperlukan dan penting sampai kapanpun. (Red/Wepo)