Intervensi Percepat Pengembangan Desa Wisata dan Desa Digital membangun Indonesia dari Desa

Jakarta – Pemerintah lintas kementerian/lembaga (K/L) dan daerah terus berkolaborasi dan bersinergi guna mengembangkan potensi desa wisata. Demikian juga dengan desa digital yang dibangun seiring perkembangan teknologi.

Deputi Bidang Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Dody Usodo HGS mengatakan bahwa pengembangan desa wisata dan desa digital merupakan janji presiden.

Serta, bagian dari upaya pemerintah untuk capaian percepatan pengembangan desa secara terpadu yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Dalam rangka mencapai target RPJMN 2020-2024 serta integrasi program dan kegiatan K/L dalam pengembangan desa wisata dan desa digital, diharapkan semua ikut terlibat dan dapat saling mendukung demi kemajuan desa dan¬†¬†pemerataan pembangunan wilayah,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Dukungan Intervensi Program Kementerian/Lembaga dalam Pengembangan Desa Wisata di Harris Vertu Hotel, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Ia menyebut berdasarkan usulan K/L terkait pengembangan desa wisata dan desa digital berada di 205 desa, 143 kecamatan, 85 kabupaten, dan 26 Provinsi.

“Untuk ke depan, program pemerintah akan kita fokuskan pada pemulihan ekonomi sektor pariwisata, terutama mengembangkan pariwisata di destinasi pariwisata prioritas (DPP),” tutur Dody.

Ia menjelaskan sebagaimana surat dari Deputi II Kepala Staf Kepresidenan nomor B-80/KSP/D.II/10/2020 tanggal 13 Oktober 2020 perihal Rangkuman Daftar Usulan Desa Wisata dan Desa Digital, terdapat 31 Desa Wisata dan Desa Digital potensial yang perlu dikaji lebih lanjut mengenai kolaborasi intervensi dari masing-masing k/L.

Seraya menambahkan, Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum mengungkapkan pentingnya peran dan dukungan dari K/L melalui intervensi program dan kegiatan pengembangan desa wisata dan desa digital.

“Bahwasanya apa yang sudah dihasilkan melalui rapat hari ini agar jadi bahan kita kerja, kerja, kerja selanjutnya demi percepatan pengembangan desa wisata dan desa digital,” pungkas Indri.

Data Bappenas menyebutkan jumlah desa wisata yang menjadi target dalam RPJMN 2020-2024 yaitu sebanyak 244 desa wisata dan 71.381 desa digital.

Menurut Sekretaris Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Oneng Setya Harini, pemerintah akan mengkaji ulang profil desa wisata yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Pada prinsipnya kita akan memenuhi apa yang menjadi target RPJMN 2020-2024. Tentunya, sambil mendorong 205 desa wisata yang sudah kita tetapkan agar semua bertransformasi menjadi desa wisata maju,” tandas Oneng.

Dalam rapat hadir secara offline yaitu Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh, serta beberapa perwakilan K/L terkait diantaranya Kemendes PDTT, Kemendagri, Bappenas, dan Kemen KUKM. (Red/Rls Humas PMK)