Jumlah Lansia Tidak Potensial Meningkat, Kemensos Perkuat Perawatan Jangka Panjang

Madani-News.com – Bekasi – Selasa – (5/11/2019) – Peningkatan jumlah lanjut usia tidak potensial di Indonesia direspon secara cepat dan tepat oleh pemerintah agar tidak menjadi beban bagi keluarga, masyarakat dan negara. Salah satu upaya antisipasi pemerintah adalah melakukan peningkatan layanan bagi lansia melalui Perawatan Jangka Panjang (PJP) yang telah dicanangkan Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (RSLU).

“Memang di kita ada perubahan paradigma, rehabilitasi sosial yang dikawal di Kementerian Sosial terutama adalah rehabilitasi sosial lanjut. Yang dilakukan di daerah adalah rehabilitasi sosial tingkat dasar” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto dalam arahannya di kegiatan Workshop Long Term Care (Perawatan Jangka Panjang) Tahap II.

“Karena kita rehabilitasi, sudah pada improving capability, sifatnya sudah short term. Yang long term itu memang masuk di perawatan (caring stability), untuk menjaga stabilitas”, ujarnya. Menurut Edi Suharto, ke depan Long Term Care juga ada di dalam panti/lembaga di daerah. Di UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, pemerintah pusat tidak diperbolehkan lagi melakukan semacam long term care. Karena long term care sudah menjadi bagian pemda/daerah.

“Adapun kalau kita mau merawat lansia yang berporos ke Kementerian Sosial, itu sudah lanjut. Yang diperkuat adalah keluarganya, jadi yang melakukan long term care adalah keluarga lansia itu”, tegas Edi Suharto. (Red/Elyaz/Humas Ditjen Rehsos)