KAMMI UIN Banten selenggarakan Webinar Membedah Sosok Ulama Karismatik

 13 total views

Serang, Banten– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Webinar Mengenal Tokoh. Kegiatan yang digelar pada hari sabtu (16/01/2021) tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan rasa kebanggaan sebagai mahasiswa UIN SMH Banten melalui penggalian catatan sejarah.

Kegiatan Webinar yang mengusung tema “Membedah Sosok Ulama Pejuang Prof. K.H.M Sjadzli Hasan” ini diselenggarakan melalui google meet dengan peserta yang terdiri dari para kader KAMMI UIN dan mahasiswa umum. Pada kesempatan itu, KAMMI UIN mendatangkan narasumber dari peneliti senior Mercusuar Institute, Jemmy Ibnu Suardi. Dia juga merupakan alumnus UIN Banten yang kemudian meneruskan studi magister di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Ketua Umum KAMMI UIN SMH Banten, Iman Karto mengatakan bahwa Webinar dengan mengangkat tema ini adalah upaya mengenal, menggali dan memahami sejarah. Utamanya sosok beliau yang namanya terpampang jelas di gedung aula utama kampus.

“Nama Prof. K.H.M Sjadzli Hasan kan familiar terbaca di depan gedung aula utama akan tetapi terkadang di antara kita hanya sekedar tahu nama saja. Saya fikir mengangkat tema beliau jadi hal penting bagi mahasiswa UIN Banten. Apalagi track record beliau sebagai sosok ulama sekaligus pejuang, sangat perlu kita ketahui, dalami dan memahami nya” ungkapnya.

Selain tujuan dan alasan mengenai pelaksanaan kegiatan. Iman menambahkan bahwa pada akhirnya setelah kita melakukan kajian-kajian mengenai sejarah di Banten kita dapat menemukan bahwa ternyata tanah jawara ini adalah episentrum gerakan perlawanan, pembaharuan dan perbaikan.

“Akhirnya kita dapat mengetahui bahwa ternyata Banten adalah episentrum gerakan. Gerakan perlawanan, pembaharuan dan perbaikan yang sudah tertanam sejak dahulu. Mulai dari penyebaran agama Islam oleh Sultan Maulana Hasanuddin sampai Peristiwa Geger Cilegon adalah bukti bahwa kita adalah para pemuda yang memiliki garis semangat yang sudah di wariskan oleh para ulama sekaligus pejuang di Banten. Oleh sebab itu maka kita patut berbangga dan bersyukur atas apa yg sudah di wariskan dan meneruskannya dengan baik” tandasnya.

 

(Red – Rendi)