KKN Tematik UPI 2022 : Mengajak Masyarakat Mengelola Sampah Rumah Tangga Menjadi Kreatif dan Berharga

Madani-News.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2022 bertemakan SDG’s desa yang memiliki 18 pokok tema yang merujuk pada kearifan local. SDG’s desa ini memiliki suatu tujuan sebagai pembangunan berkelanjutan yang dapat menjadi suatu dorongan untuk masyarakat. Salah satu tema SDG’s desa ini adalah konsumsi dan produksi desa. Seorang mahasiswa dapat melakukan sosialisasi, edukasi, pendampingan atau pendataan yang berhubungan dengan tema yang telah ditentukan.

Pemberdayaan kepada masyarakat merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh segenap mahasiswa dan civitas akademika kampus di perguruan tinggi sebagai penerapan Tri Dharma perguruan tinggi. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kuliah kerja nyata ini. Di masa new normal setelah adanya pandemic covid-19, KKN UPI bertemakan SDG’s desa dapat dilaksanakan sesuai dengan domisili masing-masing.

Purwakarta merupakan bagian dari wilayah provinsi Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah 183 desa, 9 kelurahan dan 11 kecamatan. Penulis melaksanakan kegiatan KKN ini dibagian wilayah kelurahan Nagri Kaler yang beralamat di Jalan Veteran no.7 Purwakarta.

Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 dalam lamannya https://sipsn.menlhk.go.id. Capaian grafik komposisi sampah periode 2021 berdasarkam jenis sampah dan sumber sampah, menghasilkan : grafik terbesar komposisi sampah berdasarkan jenis sampah yaitu jenis sampah organic atau sisa makanan dengan nilai 41% dan grafik terbesar komposisi sampah berdasarkan sumber sampah dihasilkan oleh sampah rumah tangga dengan nilai 40.9%.

Berbicara mengenai produksi dan konsumsi masyarakat menjadi hal yang umum atau sering dilakukan oleh lingkungan di sekitar kita, apa yang kita makan itulah yang kita tanam. Sampah sampah hasil produksi dan konsumsi masyarakat menjadi satu hal yang lazim terjadi di kalangan rumah tangga sebagai rantai pertahanan kehidupan manusia. Untuk itu, diperlukannya suatu edukasi terhadap pengelolaan hasil produksi dan konsumsi masyarakat perlu diberlakukan di kalangan lingkup kecil yakni rumah tangga.

Hal yang hebat terjadi di wilayah kelurahan Nagri Kaler, salah satu ketua rukun tetangga (RT) di kelurahan Nagri Kaler memiliki inisiatif menjadikan sampah rumah tangga menjadi sebuah karya seni yang bernilai harganya. Dimulai dari bekas botol minuman menjadi satu buah mainan anak-anak, kaleng belas minuman kecil menjadi hiasan atau mainan alat-alat masak, bekas kemasan agar-agar menjadi dompet yang berguna bagi kaum perempuan, bekas kardus menjadi tempat tisu, dan bekas triplek menjadi kotak p3k. Kreativitas yang dilakukan ini bersumber dari pemanfaatan adanya sumber internet yang dapat mendorong tingkat inisiatif beberapa warga di Kelurahan Nagri Kaler.

Di tempat lainnya, salah satu warga menjadikan sampah organik yang dihasilkan menjadi hiasan rumah yang memiliki nilai kesenian yang tinggi. Diantanya adalah hasil potongan bonggol kayu, triplek bekas, potongan bambu yang kemudian dipahat lalu dibuat kerajinan tangan seperti asbak, pajangan bambu, kaligrafi, teko hiasan hingga bentuk hiasan lainnya.

Beberapa kreativitas yang bernilai tinggi ini bukanlah suatu pekerjaan tetap yang dilakukan melainkan hanya untuk mengisi kekosongan waktu dengan memanfaatkan sampah yang sudah tidak bernilai lagi dan juuga memanfaatkan sumber internet yang dapat dijadikan ide kreatifitas yang lebih berguna lagi.
Akhir kata, ternyata sampah rumah tangga yang dilihat sudah tidak bernilai dimata beberapa orang akan menjadi hal yang berbalik dimata orang-orang yang memiliki keinginan yang tinggi dalam berinovasi dan mengasah kreativitas dalam pemanfaatannya. Dengan adanya keinginan kita untuk mengolah sampah menjadi hal yang bernilai untuk lingkungan dapat menjadikan lingkungan kita tidak menimbun banyak sampah yang bisa menyebabkan berbagai penyakit dan pencemaran lingkungan. Berawal dari sebuah keinginan untuk mengubah pola dan pemikiran dari hal yang kecil akan menyelamatkan banyak hal yang terdampak didalamnya. Dan Napoleon Hill pernah menulis sebuah quotes “if you can’t do great things, do small things in a great way” maka lakukan perubahan dari hal yang kecil.

Penulis :
Luthfia Salim, mahasiswi program studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi Kampus Daerah Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
Rizki Hikmawan, S.Pd.,M.Pd. Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 185