KKN Tematik UPI Kampus Purwakarta Memberi Bantuan Kepada Pengusaha Kecil yang “Pupus” Akibat Covid-19 Melalui Media Sosial

Madani-News.com – COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona. Kasus pertama penyakit ini terjadi di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Setelah itu, COVID-19 menular antar manusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia. Penyebarannya yang cepat membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak diberbagai aspek kehidupan. Salah satunya pada aspek ekonomi, dimana dampak ini dirasakan langsung oleh masyarakat menengah kebawah, termasuk pada pengusaha kecil karena turunnya kegiatan ekonomi. Banyak pengusaha kecil yang terpaksa memilih tutup karena tak ada pembeli yang datang. Mereka berpikir, daripada rugi, lebih baik tidak berjualan.

Terhitung dari tanggal 17 November 2020 hingga 17 Desember 2020, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Covid-19 (KKN-T PPD Covid-19) dimana mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk memberikan edukasi terkait Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Covid-19 di Bidang Pendidikan dan Ekonomi pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Salah satu program KKN Tematik di bidang ekonomi adalah pemberian penguatan dan pendampingan dalam inovasi produk, pengingkatan mutu dan pemasaran serta manajeman usaha berbasis IT bagi pengusaha kecil yang terdampak Covid-19 secara daring.

Program tersebut dilakukan secara individu di daerah masing-masing dengan mitra yang berada di lingkungan mahasiswa. Oleh karena itu, Annisa Dyah Permatasari selaku mahasiswa UPI Kampus Purwakarta dengan Dosen Pembimbing Lapangan Hayani Wulandari, M. Pd. memberikan penguatan dan pendampingan diantaranya yaitu membantu pengusaha kecil yang “pupus” usahanya akibat Covid-19 dengan cara meningkatkan mutu serta mempromosikan kembali produknya secara luas melalui media sosial.

Peningkatan mutu produk yang dilakukan yaitu inovasi pada design pengemasan serta logo agar terlihat lebih menarik dan menghasilkan nilai jual yang memuaskan. Design pengemasan serta logo tersebut dibuat oleh mahasiswa melalui aplikasi Canva dan Spark Post yang disesuikan dengan keinginan Ibu Euis (53) selaku pemilik usaha. Media sosial yang digunakan untuk mempromosikan produknya yaitu Instagram dan WhatsApp, gambar dari produk tersebut di unggah dengan menyertakan deskripsi yang menarik agar pengguna media sosial tertarik untuk membelinya.

Hasil dari pembuatan logo serta unggahan produk di Instagram dan WhatsApp, setidaknya terdapat 3-4 pembeli setiap harinya yang tertarik untuk membeli produk yang dibuat langsung oleh Ibu Euis. Bahkan berbagai komentar positif hadir setelah pembeli menerima pesanannya, salah satunya ungkapan dari RE (23) “Nyari yang jualan roti garlic disini susah, eh Alhamdulillah liat gambar ini lewat di Instagram. Saya jadi pengen beli, harganya juga murah plus enaakk.”

Ketika ditanya mengenai hasil penjualannya melalui media sosial, Ibu Euis mengungkapkan bahwa “Ibu terbantu sekali dengan adanya program KKN ini, ibu udah gatau lagi harus jualan apa karena banyak yang jualan juga disini jadi usaha ibu kalah saing sama pedagang lain. Apalagi ibu ga bisa pake HP jadi seadanya aja kalau jualan, dan Alhamdulillah sekarang banyak yang pesen meskipun lewat HP milik anak saya.” Ujarnya.

Selain membantu usaha milik Ibu Euis, program pemberian penguatan dan pendampingan di bidang ekonomi ini juga dapat membantu pengusaha kecil lainnya yang terkena dampak Covid-19. Pelaksanaan program KKN Tematik Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Covid-19 ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas. (Red/Annisah Dyah)