Kreatif, Produk Anyaman Bambu KOMBURI di Desa Sidomukti Membuat Istri Bupati Lamtim Kepincut

Lampung Timur, Sekampung – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dakernasda) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Hj. Putri Ernawati Zaiful Bokhari lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Komunitas Bambu Mandiri (Komburi) di Desa Sido Mukti Kecamatan Sekampung serta mengaspresiasi warga mengembangkan produk kerajinan anyaman berbahan baku dari bambu ini.

“Kerajinan anyaman bambu merupakan produk kreatif yang sudah mulai berkembang di masyarakat, ke depan terus dikembangkan terutama terkait dengan pemasaran dan peningkatan keahlian,” kata Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Timur, Hj. Putri Ernawati Zaiful Bokhari di Desa Sidomukti Kecamatan Sekampung, Jumat, 12/06/2020.

Ia menjelaskan di Lampung Timur banyak bahan baku untuk membuat berbagai anyaman yang kalau dikembangkan sangat memengaruhi baik dari segi budaya maupun dari perekonomian masyarakat.

“Tentu saja kami bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong para perajin anyaman bambu dalam mengembangkan usaha mereka,” ujarnya.

Melihat warga yang notabene menganyam kerajinan berbahan bambu itu, Hj. Putri Ernawati Zaiful Bokhari langsung ingin mencoba belajar cara menganyam bambu seperti yang dilakukan warga.

Setelah mencoba ternyata membuat pola anyaman diakuinya sangat sulit, tak segampang yang dibayangkan.

“Saya tadi mencoba belajar menganyam, ternyata sulit juga. Saya salut dengan ibu-ibu di sini yang terus semangat dalam mencari rezeqi untuk keluarganya,” kata Hj. Putri Ernawati Zaiful Bokhari di Desa Sidomukti Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.

Hj. Putri Ernawati Zaiful Bokhari akan terus mendukung hasil anyaman bambu dari KOMBURI dan Warga setempat serta selalu aktif dan terus melakukan sinergi program dengan pemerintah daerah dan memberikan dorongan dalam pengembangan kerajinan masyarakat di Lampung Timur.

“Kami terus dorong para perajin anyaman bambu mulai dari kegiatan pelatihan hingga pemasaran agar terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk serta melakukan promosi dalam perdagangan,” jelasnya.

Menurutnya lagi, kerajinan di Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang bagus namun sering terkendala dengan aspek pemasaran.

“Artinya tidak semua orang bisa menghargai hasil kerajinan yang mereka proses dengan susah payah. Saya merasa punya tanggungjawab untuk mengangkat produk kerajinan ini. Tak hanya ini saja, produk kerajinan UMK, dan lainnya saya akan membantu pasarkan juga ke koperasi PKK,” pungkasnya.

Ia mengatakan lagi usaha ekonomi kreatif akan menjadi pondasi ekonomi masyarakat setempat dalam jangka waktu panjang dan itu selaras dengan komitmen pemerintah daerah untuk menjadi ekonomi kreatif sebagai sektor andalan Kabupaten Lampung Timur kedepannya.

“Banyak sekali tumbuhan di Lampung Timur untuk bisa dimanfaatkan menjadi produk kerajinan menarik, mulai dari bambu, daun pandan, pelepah pisang dan lain sebagainya,” ujarnya. (*)