Lampung Pantang Sambut Pemudik, DPRD Lampung: Itu Keputusan Terbaik

 8 total views

Bandar Lampung — Pemerintah pusat melarang masyarakat untuk mudik pada tahun 2021 mendatang guna menekan risiko penyebaran COVID-19.
Menanggapi hal ini Wakil Ketua 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengatakan keputusan pemerintah pusat adalah keputusan yang terbaik saat ini.
“Dilarang mudik adalah keputusan yang terbaik saat ini, bukan keputusan yang tidak berdasar, tapi betul-betul untuk kepentingan nasional,” kata Fauzan Sibron, usai Musda ke-XIV BPD HIPMI Lampung, di Hotel Novotel, Rabu 31 Maret 2021.
Fauzan, sapaan akrabnya menuturkan keputusan pemerintah pusat untuk melarang warganya mudik tidak mengurangi tali silaturahmi. Menurutnya, untuk berkomunikasi saat ini bisa menggunakan aplikasi seperti Zoom Meeting.
“Kita bisa bertalisilaturahminya dengan Zoom Meeting atau video call melalui WhatsApp dan lain-lain, ini tidak mengurangi tali silaturahmi kita,” ujar dia.
“Maka dari itu kita mengimbau saudara-saudara saya yang ada di luar Lampung untuk berdoa dan bersabar,” tambahnya.
Selain itu untuk ekonomi pada sektor parawisata di Lampung, menurutnya bisa dinomorduakan sebab kesehatan masyarakat adalah yang utama.
“Tentu secara ekonomi memang sektor pariwisata terkendala namun ini adalah cara terbaik saat ini soal ekonomi di kemudian hari kita bisa bangkit, tapi buat apa ekonomi bangkit kesehatan masyarakat tidak menjadi penting,” tutupnya.
Di sisi lain Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan akan melarang pemudik di luar Provinsi Lampung untuk datang ke Lampung hal itu berguna untuk mengantisipasi adanya klaster penularan COVID-19 yang baru. “Dari pemerintah pusat itu melarang, kita juga melarang, melarangnya kalau dari Panjang Kedaton tidak apa-apa, namun jika dari Jakarta, Yogyakarta enggak boleh,” kata dia usai Musrenbang, di Gedung Semergou Pemerintah Kota Bandar Lampung, Senin, 29 Maret 2021.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung itu pun menambahkan, saat ini Provinsi Lampung dalam tingkat yang stabil untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. “Apalagi saya (gubernur), wali kota, dan nupati cukup bagus untuk (penanganan) COVID-19 nya jangan sampai timbul masalah karena libur sementara,” tutupnya. (Red/ADV)