Lestarikan Pencak Silat Sebagai Budaya Bangsa Melalui Film Pendek

Tasikmalaya – Tak dipungkiri bangsa ini memiliki begitu banyak pesona, selain alamnya yang luar biasa, keanekaragaman budayanya, bahasa daerah yang dimiliki, dan juga berbagai seni yang ada pada negeri ini. Salah satu yang masih terjaga yakni seni bela diri pencak silat. Pencak Silat kerap di tampilkan pada ajang-ajang perlombaan seperti Pekan Olahraga Daerah (PORDA), Pekan Olahraga Nasional (PON), Asian Games dan ajang kompetisi lainnya. Banyak sekali perguruan silat yang berada di tanah air yang kini diwadahi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Seperti di Jawa Barat khususnya, Tasikmalaya pun terdapat perguruan atau padepokan silat baik di Kota maupun Kabupaten. Seperti Padepokan Pesantren Perguruan Pencak Silat Padjadjaran misalnya atau lebih dikenal Padepokan Padjadjaran yang beralamat di Jl. Karangnunggal / Syech Abdul Muhyi Km. 22 Kp. Adawarna Rt/Rw 09/04 Ds. Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya dibawah pimpinan sekaligus ketua IPSI Kabupaten Tasikmalaya Rd. H. Sany Wijaya Nata Kusumah S.H. Drs., menghasilkan murid-murid yang berbakat dan piawai dalam seni pencak silat.

Sandi Safunur Huda (35) merupakan salah satu murid yang pernah belajar bela diri seni pencak silat dari ranting Simpang Lima Padepokan Padjadjaran dibawah pelatih Kang Arif, Solihin, Abah Tose cenderung memilih kegiatan meneruskan budaya Silat melalui pembuatan film pendek dengan sentuhan laga dalam ceritanya. Sandi bersama rekan yang lainnya membentuk LBN Pictures (Lodaya Benteng Nusantara) sebagai sarana dan bentuk pelestarian pencak silat di tanah air.

Sandi yang pernah berguru juga pada Perguruan Silat Ligar Muda dibawah pelatih (alm) Kang Oding ini menuturkan “Saya senang sekali pencak silat dari masa kanak-kanak, saya coba teruskan budaya ini melalui pembuatan film pendek, antara lain film pendek Amanah Karuhun, Pusaka Karuhun, Mustika Karuhun termasuk Film Pendek Odeng yang Alhamdulillah dapat Juara Dua pada perlombaan kompetisi film pendek “Tasik Indifest Short Movie”.

Riski Permana (30) selaku cucu dari Pimpinan Padepokan Padjadjaran mendukung sekali atas kawan-kawan dari LBN Pictures yang memiliki sektetariat di Jl. Leuwidahu Cinehel Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya sebagai jalan dalam pengembangan serta melestarikan budaya bangsa melalui seni perfilman. Riski juga mengajak generasi muda sekarang agar tidak pernah lupa terhadap sejarah dan budaya bangsanya sendiri. “Semoga kedepan LBN Pictures dapat menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi”, pungkasnya. (Red/Gdy)