Manfaat Media Pembelajaran Untuk Menunjang Hasil Belajar Daring Karawang

 5 total views

Jawa Barat – Dilaksanakannya kegiatan KKN Tematik Tema Pencegahan Dan Penanggulangan Dampak Covid-19 Di Bidang Pendidikan Dan Ekonomi Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, yang bertujuan untuk membantu para siswa, orang tua, dan para guru dalam melaksanakan pendidikan dan proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 selama 30 hari terhitung sejak tanggal 17 November 2020 hingga 17 Desember 2020.

Kegiatan KKN Tematik era Covid-19 Gelombang II ini dilaksanakan oleh Dika Yuniar, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Syifaul Fuada, S. Pd., M.T.

Pembelajaran daring atau jarak jauh merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan dirumah dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan. Pada surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Sumber belajar atau media pembelajaran yang dimanfaatkan oleh sekolah akan lebih mempercepat pemerataan dan persebarluasan kualitas hasil pembelajaran. Hal ini dapat terlaksana dengan baik apabila terdapat kerja sama yang baik diantara sekolah yang ada termasuk juga kerja sama dengan lembaga lain dan masyarakat sekitarnya.

Selain pentingnya media yang menarik untuk digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran online yang saya lakukan, peran orang tua juga kunci dari keberhasilan pembelajaran online ini. Beruntung saya memiliki siswa yang orang tuanya sabar mendampingi dan memiliki antusias yang tinggi untuk membimbing putra-putrinya. Dengan demikian, proses belajar mengajar online itu dapat berjalan dengan baik.

Berkenaan dengan perkembangan teknologi pembelajaran, peranan media menjadi sangat penting. Sayangnya, tak sedikit orang tua juga pelajar mulai mengeluh. Terlebih ketika banyak dijumpai kendala dalam pembelajaran. Mulai dari tak meratanya akses listrik di daerah, minimnya jaringan komunikasi, serta langkanya alat atau media pembelajaran yang mana tak semua siswa dapat miliki. Kesenjangan akses ini semoga mampu menjadi evaluasi untuk segera dicari jalan keluarnya. (Red/Dika Yuniar)