Manipulasi Kebutuhan Dari Kapitalis

Madani-News.com – Kapitalis adalah sebuah sistem perekonomian yang “Dirasa” rasional untuk era saat ini. Semua itu tidak lepas dari keberhasilanya dalam melakukan semua pemenuhan kebutuhan masyarakat banyak, melalui kecepatan produksi yang dilakukanya. Semua kelangkaan dapat dipecahkan oleh kapitalis, sehingga masyarakat mampu bebas mendapatkan apa saja yang menjadi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dalam hal ini, Marcuse berpandangan bahwa “Para warga masyarakat memang merasa kebutuhan mereka terpenuhi. Akan tetapi, kebutuhan-kebutuhan itu merupakan kebutuhan yang lahir dari hasil manipulasi yang dilakukan oleh Rasionalitas teknologis (nya) kapitalis.” Dimana kapitalis menggiring manusia untuk berpandangan bahwa rasional adalah apa yang sesuai dengan tuntutan efisiensi sistem produksi kapitalis.

Seluruh proses kehidupan sudah dimanipulasi, sehingga banyak manusia merasa butuh membeli barang-barang yang diproduksi oleh kapitalis.

Kapitalis juga berhasil mengintegrasikan dimensi-dimensi negatif, sehingga dimensi negatif yang sejatinya adalah tidak selalu membenarkan suatu tatanan struktural, karena alasan penindasan dan ketidak adilan, kini berkat pengintegrasian yang dilakukan kapitalis, dimensi negatif berbalik arah menjadi sebuah hal yang justru mendukung secara penuh suatu sistem.

Pengintegrasian dimensi negatif yang dilakukan oleh kapitalis dapat terjadi dikarenakan keberhasilanya dalam memanipulasi dua nilai paling khas bagi modernitas. Menurut Marcuse, dua nilai khas masyarakat modernitas yang berhasil dimanipulasikan oleh kapitalis adalah rasionalitas dan kebebasan. Meskipun menurutnya, kapitalis sama sekali tidak rasional dan tidak membebaskan.

Kelangkaan yang menimpa sebagian besar manusia dapat diatasi oleh kapitalis, melalui produksi-produksi yang dilakukanya. Sehingga kelangkaan tersebut tidak lagi menjadi problem di masyarakat modernitas, semua bisa di dapatkan dari hasil produksi kapitalis. Pemenuhan kebutuahan itu yang kemudian menjadikan kapitalis terlihat rasional.

Mereka-mereka yang dulu terancam dengan perihal kelaparan dan kemiskinan, kini bukan hanya  bisa makan dan memenuhi kebutuhan dengan cukup, lebih dari itu mereka semakin menikmati produk-produk dari kapitalis. Buruh yang mempu membeli TV, HP, Liburan ke-Luar Negeri, Mampu memiliki barang-barang elektronik mewah, mereka terlena dan tidak berminat mengubah sistem yang ada. Dari sini, kapitalis berkesan rasional, karena berjanji akan menjamin kehidupan yang lebih tinggi bagi semua.

Kebebasan yang besar juga lahir dari kapitalis. seperti kebebasan mencari pekerjaan, kebebasan untuk berpendapat, kebebasan bergerak, kebebasan menentukan arah jalan politik pemerintahan, serta kebebasan-kebebasan lain, yang dulu hanya bisa dinikmati kelas-kelas atas kini terjamin bagi semua.kebebasan-kebebasan semacam itu terasa sangat luas karena kapitalis tidak pernah melarang protes, kritik oposisi secara kasar, melainkan membiarkanya dan mengintegrasikanya secara halus. Padahal, kapitalis adalah tidak membebaskan, melainkan mengekang secara halus, sehingga manusia secara tidak sadar tergiring untuk mensukseskan produk-produknya.

Karena manipulasi rasionalitas dan kebebasan, manusia justru kehilangan pengetahuan tentang pemahaman “Kebutuhan Asli”. kebutuhan asli manusia adalah dia harus bisa menentukan diri sendiri dan membangun hubungan antar manusia yang tidak terasing (Marcuse 1972, 129).

Jadi, kebutuhan asli manusia sebelum datangnya manipulasi kapitalis adalah mengembangkan diri dan menjalin hubungan dengan orang lain atas dasar saling meminati dan saling menghormati dalam martabatnya. Namun, kebutuhan-kebutuhan asli manusia semakin tertimbun dengan kebutuhan yang dirangsang oleh kapitalis melalui promosi, iklan dll. hubungan antar manusia-pun menjadi bukan atas dasar saling meminati dalam martabatnya, melainkan hubungan antar manusia menjadi hanya sebatas motif fungsional.

Akibat manipulasi tersebut, melahirkan pola pikir bahwa kebutuhan manusia adalah mengikuti Trendy. Dari mulai berpakaian, berkendaraan, bermedia sosial, memiliki HP yang semua adalah sesuai Trend. Dimana barang-barang Trend tersebut adalah hasil produksi kapitalis. Manusia merasa kebutuhannya terpenuhi lantaran bisa membeli dan menikmati fasilitas Trendy, namun mereka tidak sadar bahwa mereka sudah tergiring untuk menjadikan kapitalis lebih tajir, dengan mempengaruhi manusia untuk mengkonsumsi apa yang dihasilkan dari produksinya. Disitulah Kapitalis berhasil menjadikan Barang-barang produksinya seolah-olah adalah kebutuhan penting bagi manusia pada umumnya.

Manusia semakin tidak bisa membedakan, mana kebutuhan asli dan mana kebutuhan palsu. Juga, manusia semakin tidak mengerti cara menganalisa dan memilah mana kepentingan nyata dan mana kepentngan langsung, bahkan hampir tidak bisa membedakan antara keduanya. Lebih jauh, manipulasi kapitalis membuat manusiasemakin sulit keluar dari kesadaran palsu, begitu juga sulit mengubah kesadaranya menjadi sebuah kesadaran yang benar. Bahkan, manipulasi kapitalis mampu menyamarkan makna ‘kesadaran yang benar’ sehingga kebanyakan manusia menyamakan antara rasio dan fakta, begitu juga kebenaran resmi sebagai sebuah kebenaran.

Manusia lupa bahwa kebebasan dan rasionalitas dari kapitalis adalah semu. Semu artinya bisa dilepaskan atau dibuang begitu saja, dan digantikan dengan rasionalitas dan kebebasan dalam balutan sisitem yang lain, di luar kapitalis. Kapitalis akan terus kaya, dan Indonesia akan menjadi pasar untuk memperkaya kapitalis, selama Indonesia belum sadar bahwa rasionalitas dan kebebasan kapitalis adalah semu.

Indonesia bisa menciptakan ‘kemodernanya’ sendiri , tanpa harus menyentuh modernitas yang diproduksi kapitalis. (WEPO)