Marak Berita Covid-19, Ketua PWI Kota Metro Angkat Bicara

 10 total views

Kota Metro – Maraknya pemberitaan dan menyebarnya informasi kasus dugaan Corona atau Covid-19, baik di media massa dan media sosial (medsos), membuat warga Kota Metro Lampung resah bahkan panik. Tak hanya itu, handsanitizer, tisu basah hingga masker pun menjadi langka akibat diserbu warga. Menyikapi masalah itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro angkat bicara.

Ketua PWI Kota Metro, Abdul Wahab, meminta kepada para pewarta yang ada di Bumi Sai Wawai dapat memberikan pemberitaan terkait virus Corona dengan santun dan sejuk hingga tidak menimbulkan kepanikan hingga keresahan di masyarakat kota Metro khsususnya.

“Saya berharap para awak media menyampaikan informasi terkait Virus Corona lebih kepada peyadartahuan, menyosialisasikan, edukasi dan lebih kepada antisipasi pencegahan,” ujarnya, Senin (16/03).

“Kita wartawan bukan berarti tutup mata atas mewabahnya isu internasional ini, namun kita harus bijak dalam penyampaian informasi kepada publik, serta bagaimana peran media juga mendesak pemkot untuk lebih serius menyikapi penyakit ini. Masyarakat tetap tenang dan jangan terlalu panik. Tetap menunggu informasi dari pemerintah tentang kepastian soal virus ini,” tambah dia.

Mantan Reporter Televisi ini juga mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk lebih ekstra mengambil langkah dalam hal pencegahan sebebelum memakan korban, serta memberikan keterbukaan informasi terkait Covid-19 khusus yang ada di Metro.

“Pemkot dalam hal ini Dinas kesehatan dan Rumah sakit umum setempat jangan santai dan meremehkan virus ini. Pemkot harusnya dari jauh hari telah bersiap diri dalam penanganan Pasien virus mematikan ini. Yang jadi pertanyaan, apakah fasilitas RS sudah memadai, kesiapan tenaga medisnya juga harus diperhatikan dengan serius,” imbuhnya.

Wahab mengimbau kembali kepada masyarakat agar tidak panik dan selalu terapkan pola hidup sehat, hindari sementara mengunjungi pada keramaian jika tidak penting yang dapat berpotensi terkena penyebaran virus tersebut. (*)