Mas Mufti Salim Calon Walikota Metro Yang Membahagiakan Semua Masyarakat

 14 total views

Kota Metro – Tentu¬†saja kita semua telah mafhum, atau bahkan hafal dengan lagu dari Maestro Dangdut Indonesia. “135 juta penduduk Indonesia, terdiri dari banyak suku bangsa, itulah Indonesia. Ada Sunda, ada Jawa, Aceh, Padang, Batak, dan banyak lagi yang lainnya,” Kata Bang Haji Rhoma Irama dalam lirik lagunya.

Sementara itu saat matahari Sabtu (14/11/2020), tampak kian merundukkan diri ke arah barat. Terlihat tiga orang perempuan dari berbagai latar belakang duduk bersama Calon Walikota yang rajin bersilaturahmi.

Mas Mufti, begitu panggilan akrabnya, sore itu sedang asyik berbincang bersama tiga ibu-ibu dari beragam suku di Purwosari, Kota Metro.

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, adat dan budaya. Begitu pulalah Lampung, terkhusus lagi di Kota Metro, tempat Mas Mufti sedang mencalonkan diri menjadi Walikota.

Dalam pertemuan yang tidak formal itu, ada Teh Rina yang bersuku Sunda, dengan jilbab putihnya. Mbak Murtini yang berdarah Jawa mengenakan jilbab merah. Dan Uni Fina yang mewarisi darah Minang, berkerudung biru.

Giat Calon Walikota Metro yang bernama lengkap Ahmad Mufti Salim pada Sabtu sore itu (14/11/2020) menampakkan keakraban yang begitu mengesankan. Calon pemimpin; begitu dekat dan asyik duduk bersama warganya. Tampaknya sosok Mas Mufti memang begitu diterima dan disambut baik oleh semua kalangan dan semua suku. Sebagai calon pemimpin –dimanapun daerahnya, termasuk Kota Metro- sosok yang senantiasa dekat dengan semua suku dan disambut baik oleh mereka, merupakan calon pemimpin

Di samping itu, Mas Mufti memang sudah mewakafkan dirinya untuk melayani dan membahagiakan semua warga Kota Metro. Mas Mufti memang hadir untuk semua.

“Insya Allah, meski kami berbeda latarbelakang kesukuan, kami tetap madep mantep bersama Mas Mufti Salim dan Kiyay Saleh, karena memang beliau memiliki rekam jejak baik, berintegritas dan tentu komitmen untuk menjadi pemimpin yang membahagiakan semua warga, tanpa terkecuali, ” ungkap Uni Fina.

Diapun mengungkapkan bahwa sosok Mas Mufti, meski kerap berpakaian lurik dan berblangkon, tetap menjunjung Kebhinekaan dan aktif membangun dialog lintas iman dan suku bangsa. Sehingga, Tunggal Ika terus dapat terjaga.

“Seperti yang dilakukannya beberapa waktu lalu, Mas Mufti menjadi narasumber dalam acara yang digagas oleh
GMKI, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia. Kemudian, di Rumah Aspirasi Metro Bahagia, Mas Mufti terbuka menerima kunjungan Paropuan HKBP Metro. Terakhir, beliau menandatangani kontrak kerja dengan salah satu tokoh Tionghoa di Metro,” ungkap Uni Fina lagi.

Menurutnya, semua rekam jejak Mas Mufti dalam bersilaturahmi dan aktifnya beliau dalam berdialog lintas keyakinan/agama serta suku begitu terbuka, karena kesemuanya dapat di akses melalui berbagai platform media sosial juga pada pemberitaan khususnya online. (Red)