Beranda Berita Masyarakat, Minta BPK Audit Proyek Jalan Dusun 2 Sabahbalau Lamsel

Masyarakat, Minta BPK Audit Proyek Jalan Dusun 2 Sabahbalau Lamsel

Madani-News.com – Lampung Selatan – Warga Desa Sabahbalau meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit pengerjaan ruas jalan penghubung Dusun 2, Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Proyek diduga asal-asalan. Tidak sesuai spesifikasi.

Kecurigaan warga bukan tanpa dasar. Mereka ‘takjub` proyek jalan aspal senilai Rp1,7 miliar yang dikerjakan CV Dian Pratama Sari itu sudah rusak, padahal baru berumur dua minggu. Aspal sudah mengelupas di sana-sini.

“Kami menduga pekerjaan ini tidak sesuai spesifikasi. Jangan dibayar, atau kalau sudah terlanjur dibayar mesti diaudit,” kata anggota BPD Desa Sabahbalau Sugito Sigit, Kamis, 13 Desember 2019.

Sugito juga menyesalkan proyek yang dibiayai APBD Lamsel dengan anggaran cukup besar kurang mendapat pengawasan dari Dinas PU setempat. “Itu kegiatan kalau diawasi tentu tidak seperti ini jadinya. Silahkan cek ke Dinas PU, sudah dibayar belum. Kalau sudah kenapa diterima pekerjaannya, ini ada apa?,” katanya.

Masyarakat, Minta BPK Audit Proyek Jalan Dusun 2 Sabahbalau Lamsel

Madani-News.com – Lampung Selatan – Warga Desa Sabahbalau meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit pengerjaan ruas jalan penghubung Dusun 2, Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Proyek diduga asal-asalan. Tidak sesuai spesifikasi.

Kecurigaan warga bukan tanpa dasar. Mereka ‘takjub` proyek jalan aspal senilai Rp1,7 miliar yang dikerjakan CV Dian Pratama Sari itu sudah rusak, padahal baru berumur dua minggu. Aspal sudah mengelupas di sana-sini.

“Kami menduga pekerjaan ini tidak sesuai spesifikasi. Jangan dibayar, atau kalau sudah terlanjur dibayar mesti diaudit,” kata anggota BPD Desa Sabahbalau Sugito Sigit, Kamis, 13 Desember 2019.

Sugito juga menyesalkan proyek yang dibiayai APBD Lamsel dengan anggaran cukup besar kurang mendapat pengawasan dari Dinas PU setempat. “Itu kegiatan kalau diawasi tentu tidak seperti ini jadinya. Silahkan cek ke Dinas PU, sudah dibayar belum. Kalau sudah kenapa diterima pekerjaannya, ini ada apa?,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Lamtim Lakukan Safari Ramadhan Ajak Jamaah Jaga Kerukunan Beragama dalam Persatuan dan Kesatuan

Ia mengingatkan jangan sampai proyek itu hanya menjadi bancakan pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Mengingat Lampung Selatan baru saja geger lantaran tersandung kasus korupsi. Dimana, mantan Bupati Zainudin Hasan dan Kepala Dinas PU terjaring OTT KPK karena kasus suap proyek.

“Itu mesti jadi pelajaran kita bila tidak ada yang kebal hukum. Kalau melanggar aturan ya mesti siap-siap ditindak,” ujar dia.

Ia membantah tuduhan rekanan yang melaporkan warga telah melakukan pengerusakan terhadap jalan yang baru saja dibangun. “Gimana caranya warga bisa ngangkat aspal hotmix. Itu memang pekerjaannya saja yang kami duga tidak sesuai jadi mudah mengelupas,” ungkap dia.

Ia berharap aparat turun mengecek langsung ke lapangan dimana ketebalan aspal hanya 2 cm. Sebab aparat berkewenangan untuk memastikan ketebalan dengan melihat dokumen yang ada.

Kepala Desa Sabahbalau Pujianto juga menyesalkan pembangunan ruas jalan itu yang sudah rusak dalam hitungan hari. “Saya juga sudah telepon camat untuk koordinasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara, saat melakukan konfirmasi hal itu ke kediaman pelapor kasus pengrusakan jalan, M Triyasa Jaya Pasa, di Jalan Merapi I, Wayhalim Bandar Lampung,  yang ada hanya orangtua M Triyasa.

Orangtua M Triyasa menegaskan bila pekerjaan itu sudah sesuai. “Kalau dari 10 kegiatan yang salah satu, itu wajar. Kalau semua salah ya itu enggak wajar. Ya namanya penilaian orang beda-beda, mas. Kalau memang mau lebih jelas tunggu anak saya pulang,” ujar orangtua M Triyasa. (Red/Alinda)