Masyarakat Sampaikan Aspirasinya Terkait Pungli dan Wanprestasi Dari Oknum PT. AJP Terhadap Pekerja

Lampung Selatan – Para pekerja 30 orang lebih yang diduga korban Pungli mulai dari besaran yang 2 juta sampai 7 juta Rupiah dari PT. Agung Jasa Putra yang merupakan pungutan yang dilakukan oknum berinisial ( BP), dengan adanya polemik yang berkembang Warga Melakukan mediasi terkait para pekerja dengan ancaman yang tidak membayar dipaksa keluar secara sepihak oleh Oknum tersebut bahkan ada yang melakukan Intimidasi secara personal melalui ancaman terhadap pekerja beruntung belum ada kontak fisik, para pekerja yang bersuara ketika memberikan keterangan bahkan ada rekamannya dari oknum BP .

Keterangan yang dihimpun wartawan media madani-news.com dan media lampung77.com dari pekerja yang tidak mau disebutkan namanya salah satunya membuat wanprestasi dari salah satu pihak khususnya para bekerja di PT. CJ CHEILJEDANG FEED LAMPUNG melalui kerja sama oudsourcing PT. AJP, tanda tangan kontrak yang tidak boleh dibaca .

Saat menghadiri mediasi perwakilan Desa sukanegara perwakilan BPD ,masyarakat Kadus,Ketua pemuda dan tokoh masyarakat pak muhsin, Tokoh masyarakat Kadus dusun Kemang Samsuri Jum’at, (10/09/2021).

Mewakili Perusahaan dari PT. CJ CHEILJEDANG FEED LAMPUNG ketut S dana manager HRD, menyampaikan “Bahwa saya sudah menelepon dan mengundang oknum PT.AJP untuk memberikan klarifikasi terhadap warga namun tidak digubris jadi saya bingung juga” pungkas saat mediasi diruangan.

Ketua Karang Taruna Dusun Kemang Amal Idham yang menjadi korban menyampaikan keluh kesahnya mewakili suara yang diduga kuat para korban, agar Oknum dari PT. Agung Jasa Putra yang melakukan pungli meminta kepada perusahaan CJ untuk tidak dilanjutkan kerjasamanya dan memberikan keputusan Secara tegas kepada oknum tersebut.

Salah satu korban bernama Kobar Efendi menyampaikan saat diwawancarai oleh awak media Lampung77.com dan madani-news.com diberhentikan secara sepihak dari pt ajp. “Saya Padahal kontrak 6 bulan 2 bulan sudah diputus” Ungkap korban yang diputus kerja dengan Sepihak melalui PT. AJP.

Hingga akhir pada mediasi belum mendapatkan jawaban yang memuaskan karena pihak dari Oknum AJP belum memberikan keterangan bahkan tidak ada yang mewakili untuk memberikan jawaban kepada Pekerja. (Red/Alinda)