Mengunjungi Fatoni University Saudara Negeri Darussalam

Darussalam – Fatoni University ada 23 jurusan, berdiri sudah 20 tahun yang lalu. Mahasiswa yang kuliah di kampus ini berasal dari 32 negara. Semua gedung di kampus ini adalah wakaf dari beberapa negara muslim diantaranya Kuwait, kerajaan Malaysia, bahkan dari Indonesia yayasan Jusuf Kalla berencana akan mewakafkan gedung di kampus ini.

Fatoni University dimulai dari sedekah seorang tukang cincin di Mekkah. Dan para pimpinan kampus yang saat itu masih status mahasiswa di Mekkah punya cita cita mendirikan kampus.

Wakil Rektor 1 Prof, Dr Ahmad Umar Japakiya memberikan sambutan hangat kepada Dosen bersama 91 mahasiswa IAIN Metro. “Hanya ada 3 negeri Darussalam di Asia yaitu Yala Darussalam (nama wilayah Fatoni University Thailand), Aceh Darussalam di Indonesia dan Brunei Darussalam. Kami menghormati ulama-ulama hebat Indonesia seperti Buya Hamka, M Natsir sebagai wakil dari ulama Melayu. Maka sepantasnya kita bangga dan melanjutkan membangun silaturahim antar bangsa.”

Selain itu kami juga berbincang tentang Islam dan kehidupan anta agama bersama Wakil Rektor III Fatoni University Prof. Dr. Abdullah Umar, Wakil Dekan 1 Fakultas sains Dr. Abdullah Narung, dan dosen Dr. Mahamadare Waeno.

Wakil Rektor III IAIN Metro Dr. Ida Umami berharap kunjungan ini sebagai wujud persaudaraan abadi. “Umat Islam di Indonesia dan Thailand dapat terus bekerjasama dalam bidang akademik. Fatoni University memberi inspirasi bagi Indonesia sebagai umat minoritas tapi mampu menjadi pemimpin dan penjaga hubungan kegamaan di Thailand. Kita tahu semua bahwa Rektor Fatoni University adalah ketua pemimpin antar agama di negara Thailand. Jadi ini penting bagi kita semua bahwa muslim selalu menunjukkan kualitas.”

Prof Abdullah Umar menjelaskan,”semua mahasiswa Fatoni University wajib belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kami mengajarkan bahasa Arab langsung mendatangkan pengajar dari negara asal. Dan mereka yang belajar bahasa Arab dari dasar pasti kami ajari dengan baik dan tidak perlu malu-malu. Dosen-dosen kami juga ada yang mengambil kuliah di Indonesia, dan disana kami mengambil pelajaran banyak dari kelebihan negara lain.”

Fatoni University terus berbenah, mereka menyebut kampus wakaf ini sebagai penjaga muslim di Thailand. “Di wilayah Yala kami 90% mayoritas muslim, meskipun secara nasional kami adalah minoritas dibandingkan agama Budha. Fatoni dulu peringkat 100 dari seluruh 400 perguruan tinggi di Thailand. Kami optimis dan terus berbenah sampai sekarang kami berada di peringkat 50, beberapa tahun ke depan kami optimis akan berada di peringkat 10 besar di Thailand.” Ujar Dr Abdullah Narung. (*)