Mukhlis Basri: Melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI di Kediaman Bupati Lampung Barat

Madani-News.com – Lampung barat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Drs. Mukhlis Basri yang juga merupakan mantan Bupati Lampung Barat (Lambar) 2 Periode 2007-2017 melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI bertempat di Kediaman Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus di Kecamatan Kebun Tebu, Minggu (09/02/2020).

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Ini dihadiri Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, Assisten, Kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, Peratin, Guru berserta para Siswa/Siswi SMA 1 dan SMK 1 Kebun Tebu. Minggu.

Adapun Materi Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang disampaikan oleh Drs. Mukhlis Basri ini, yaitu mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhenika Tunggal Ika.

Mukhlis Basri mengatakan Kecanggihan tekhnologi di era digitalisasi dan hebatnya IT di zaman ini, masih banyak pertentangan dan ketimpangan. Menurutnya, inilah tugas dari pemerintah bagaimana mengurangi ketimpangan tersebut dan melakukan keadilan. Seperti yang tertuang dalam butir pancasila yaitu sila ke 2 dan 3, Kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan indonesia.

“Sekarang dengan canggih dan hebatnya IT. Banyak pertentangan agama. Padahal di Indonesia ada Pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita menuju kesana. Ketimpangan memang ada. Tetapi inilah tugasnya pemerintah bagaiman mengurangi ketimpangan dan melakukan keadilan. Sehingga kalau kita sudah adil tidak akan ada lagi suatu hal-hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus berkeyakinan, bahwa materi empat pilar ini akan menjadi kesadaran bagi kita, dan mengetahui akan Pentingnya kebersamaan, persatuan dan toleransi.

“Apa yang telah diletakkan pendiri bangsa akan dilanjutkan oleh generasi penerus bangsa dalam pembangunan,” katanya.

Ia berpesan, dengan adanya kecanggihan tekhnologi di Era digital ini agar tidak mudah terprovokasi dan melakukan penyebaran hoax yang itu dapat menjadikan perpecahan dalam persatuan NKRI. (*)