Nah, Saksi Sebut Bupati Lamteng Ikut Tender Proyek

iga orang saksi yang dihadirkan dalam sidang fee proyek Mesuji, Senin (29/4/2019). Foto. Madani-news.com

Madani-news.com – Bandar Lampung – Sidang kasus fee proyek Mesuji makin menarik diikuti. Saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) melemparkan bola panas yang menyasar ke nama-nama sejumlah pejabat di Provinsi Lampung.

Setelah nama mantan petinggi Polda Lampung, saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (29/4/2019), kembali menyebut nama Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto.

Saksi untuk terdakwa Sibron Azis dan Kardinal dari PT Subanus Group mengatakan, Loekman menjadi salah satu pemenang paket proyek di Kabupaten Mesuji.

Saat sidang pada 15 April 2019, nama Loekman pun muncul dari mulut saksi Jepri Herlangga, yang merupakan anggota kelompok kerja (pokja).

Lalu, bagaimana ceritanya nama Loekman dalam sidang kali ini kembali tersebut?

Hal itu berawal dari pertanyaan JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ariawan, kepada saksi. Ia bertanya soal daftar nama-nama pemenang proyek.

Saksi dimaksud adalah Kasi Jalan Dinas PUPR Mesuji, Luthfi Mediansyah, yang merangkap Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) peningkatan jalan.

Lalu, Farikh Basawad alias Paying, mantan pegawai honorer PUPR Mesuji merangkap sopir pribadi Bupati Mesuji (nonaktif) Khamami.

Terakhir, Maidarmawan, pemenang tender Mesuji yang kesehariannya adalah pengusaha bakso.

“Saksi coba jelaskan kenapa ada list nama-nama Kejari, Kejati, Polda, Taufik Lamteng, dan Loekman?” tanya JPU.

Saksi Luthfi kemudian menjawab, ”Itu semua nama-nama pemenang proyek yang saya terima dari Wawan Suhendra (Sekretaris Dinas PUPR Mesuji).

Jawaban tersebut membuat JPU tak puas. Ia kembali mengejar. “Itukan instansi pemerintahan, kenapa bisa jadi pemenang proyek?”Luthi tak dapat memberikan keterangan secara merinci.

“Saya enggak tahu. Tapi yang saya tahu yang ngerjain proyek itu perusahaannya Pak Sibron,” tuturnya.Sementara, hingga berita diturunkan Loekman belum dapat dimintai keterangan. Pesan WhatsApp wartawan media ini belum direspons. Begitu juga dengan panggilan telepon. (Lansir Rilis.id Lampung/Gueade)