Nilai Rupiah Tetap Tinggi, Yakni Rp 15.670/US$, Padahal Dollar AS Melemah

Foto: Perry Warjiyo, Bank Indonensia. (Tangkapan layar Youtube Komisi XI DPR RI Channel)

Dollar semakin mengalami tekanan pada decade ini. Meskipun demikian, kemerosotan dollar AS tidak kemudian membuat Rupiah menguat. Pasalnya, rupiah hanya mampu mencapai penguatan 0,1% saja. Saat ini nilai rupiah terhadap dollar sebesar 15.670/US$ pada perdagangan kemarin, jum’at, (25/11/2022). Tentu dengan begitu, rupiah sama saja tidak mengalami penguatan.

Pada waktu yang bersamaan, sebenarnya dollar sedang mengalami pelemahan sekitar 1%. Pelemahan indeks dolar AS ini menyusul rilis risalah rapat Komite Pengambil Kebijakan Bank Sentral AS (FOMC) yang menyiratkan peningkatan suku bunga acuan yang lebih rendah ke depan.

Pelaku pasar saat ini tengah berfokus pada seberapa tinggi bunga acuan tersebut nantinya dan seberapa lama tingginya bunga acuan tersebut dipertahankan. Gubernur bank Indonesia mengatakan bahwa ada kemungkinan acuan suku bunga yang tinggi ini akan dipertahankan dalam tempo waktu yang cukup lama. Ini disebut kebijakan Highger for Longer.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter domestic, telah melakukan intervensi terhadap pasar, serta menggerus devisa hingga miliaran dollar AS., menaikan giro wajib minimum (GWM) perbankan hingga menaikan suku bunga acuan. Hal itu dilakukan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Suku bunga 7 day reverse repo rate telah dinaikan oleh BI sebesar 170 basis poin menjadi 5,25%. Nyatanya, aliran modal asing yang keluar dengan nilai modal jumbo RI jauh lebih dominan menggerakkan nilai tukar rupiah.