Orie Fachridho Hermawan, Pemuda Peduli Lingkungan Babel, Mengajak Masyarakat Bijak Dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga

Madani-News.com – Berbagai bentuk penanganan pasti ada dampak yang ditimbulkan apalagi dari situasi Pandemi Covid_19, di antaranya terdapat dampak yang terjadi dari pengurangan aktivitas masyarakat ketika berada di luar rumah mendorong produksi sampah dirumah menjadi semakin meningkat. Banyak sekali penggunaan barang sekali pakai seperti plastik yang bisa kita temukan dari sampah rumah tangga, hal itu terjadi karena terdapat peningkatan sampah rumah tangga karena perubahan pola konsumsi masyarakat pasca penerapan kebijakan beraktivitas dirumah dan pembatasan sosial.

Aktivitas tersebut tentunya mempengaruhi volume sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh masyarakat Babel, sebagian besar masyarakat membatasi diri dengan hanya melakukan aktivitas di rumah saja. Menjadikan masyarakat saat ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka belanja secara daring yang saat ini sudah sering dilakukan, Akhirnya timbulan sampah seperti kemasan plastik sekali pakai akan mengalami peningkatan secara drastik.

Orie Fachridho Hermawan (Succed) yang merupakan Duta Pepelingasih Indonesia utusan Bangka Belitung (Babel), yang juga Ketua Umum Forum Pelajar Peduli Lingkungan Recycling Generation-Babel, mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk melakukan penerapan langkah-langkah positif dengan bijak menggunakan barang sekali pakai dalam pola kehidupan yang lebih sehat dan keberlanjutan, salah satunya dengan mengurangi dan memilah sampah yang di hasilkan dengan sebaik mungkin.

Pelaksanaan ‘MENGELOLA SAMPAH DI RUMAH’ merupakan langkah awal yang bisa diterapkan oleh masyarakat, secara garis besar sampah bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Siapkan dua tempat sampah yang berbeda di rumah yang dikhususkan untuk jenis – jenis sampah, Rabu (24/06/2020).

Ia menambahkan cara mengelola sampah rumah tangga organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi Pupuk Kompos yang dapat digunakan untuk berkebun, sedangkan sampah anorganik bisa dijadikan pembuatan Ecobrick untuk mengurangi sampah plastik yang dimasukkan kedalam botol tersebut hingga dapat diisi sekitar 250 gram sampah plastik dengan ukuran botol 600 mililiter. Botol – botol hasil Ecobrick sendiri dapat dirangkai menjadi karya Artistik Limbah Plastik.

“Selain itu budayakan gaya hidup reduce, reuse, dan recycle atau biasa dikenal dengan 3R. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan – bahan lain yang sulit terurai,” terang nya.

“Itu meneruskan langkah – langkah sederhana dan kecil namun akan berdampak besar. Harapan saya masyarakat di tiap – tiap keluarga di Bangka Belitung mampu melakukan hal tersebut dengan baik maka akan menjadi penurunan volume sampah yang dihasilkan dari rumah tangga yang cukup signifikan. Kuncinya kita berani untuk memulai sesuatu yang baru walaupun secara sederhana,” tutupnya. (Red)