Ormas FORPETRA dan Mahasiswa Kunjungi Home Industry Tradisional

Sekretaris Umum FORPETRA Agus Fatoni dan kedua Mahasiswa IAIN Metro lainnya mengunjungi industri pengrajin sapu ijuk, yg telah berdiri sejak tahun 1982. Kunjungan mahasiswa ini dipimpin Dosen Pendamping lapangan, Muhammad Badaruddin M Ag. Guna memotivasi jiwa kewirausahaan mahasiswa dengan memanfaatkan peluang – peluang bisnis di masa mendatang, Senin(05/02/2019).

“Meski sapu ijuk dibuat secara tradisional, ternyata tetap tidak surut tergantikan oleh produk buatan pabrik. Kerajinan secara tradisional sapu ijuk yang beralamatkan di kecamatan metro pusat, Kota Metro, tetap berani bersaing dengan produk serupa yang dibuat secara modern karena kualitasnya
terjaga,” Ungkap pemilik usaha sapu ijuk.

Ia mengatakan hingga saat ini sapu ijuk produknya masih tetap digemari konsumen karena kualitasnya yang tetap baik dengan harga yang bervariasi dan relatif murah, antara Rp 10.000 – Rp 30.000 per batang. “Sapu ijuk produksinya harganya sangat murah dan terjangkau masyarakat, tetapi sapu-sapu modern yang dijual di toko-toko lebih mahal,” tambahnya.

Kunjungan Mahasiswa IAIN Metro ini di sambut hangat oleh pemilik Usaha pengrajin sapu ijuk, yang langsung menjelaskan tentang pembuatan serta penjualan sapu ijuk tersebut. Mulai dari penyiapan material pembentuk sapu serta perakitannya. Mereka terlihat sangat antusias dengan menghujani pertanyaan selama proses penjelasan itu berlangsung. Selain mendapatkan pelajaran secara teori, Mahasiswa tersebut di perkenankan untuk praktek langsung membuat sapu ijuk di lokasi industri.

“Kami sangat senang karena diterima dengan baik oleh jajaran pimpinan Industri pengrajin sapu ijuk. Harapan saya, mahasiswa IAIN Metro secara berkelanjutan dapat melakukan kunjungan industri di tempat ini. Sebab, kunjungan industri merupakan salah satu proses pembelajaran di semua program studi di IAIN Metro. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk memperkaya wawasan mahasiswa serta memperdalam teori dan praktik antara di kelas dan di lapangan pekerjaan,” Ujar Agus Fatoni aktivis Mahasiswa saat di wawancarai.

Agus Fatoni menjelaskan apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari presentase keseluruhan penduduk menjadi wirausahawan. Sedangkan Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 1,5% Menurut informasi yang dibaca. Perbedaan jumlah yang sangat jauh itu tidaklah mengherankan jika perekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga yaitu seperti singapura yang memiiki Presentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, Apalagi jika  harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13 % penduduknya menjadi wirausahaan. karena semakin banyaknya wirausahawan maka semakin banyak pula Lowongan Pekerjaan dan negara juga mendapatkan banyak pemasukan dari pajak usaha, maka secara Otomatis akan mengurangi angka Pengangguran,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terutama Mahasiswa sebagai Agen Perubahan atas pentingnya mempelajari bagaimana cara berwirausaha, saya berharap seluruh ormawa yang ada ,di bawah naungan IAIN Metro baik dema institut, sema institut, dema fakultas, sema fakultas maupun hmj dan ukm atau ukk, dalam masa kepengurusanya mengadakan Kegiatan Seminar kewirausahaan sebagai upaya meningkatkan kesadaran Mahasiswa bahwa begitu pentingnya kewirausahaan dan pada kali ini kami melakukan kegitan Observasi langsung untuk kunjungan ke tempat Usaha pengrajin sapu ijuk yang di ikuti oleh 3 Mahasiswa. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari senin 5 Maret 2019 di Kecamatan metro pusat, kota metro. dan mudah-mudahan kegiatan kunjungan  seperti ini akan senantiasa dilakukan karna memiliki Manfaat positif yang sangat besar,” Ucap Agus Fatoni kepada madani-news.com

Penulis : Fufu