Pelayanan TransJateng Tetap Optimal, DPRD Jateng Menghimbau Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan

Jawa Tengah, Kendal – Memasuki masa New Normal ditengah pandemi Covid-19, transportasi publik diimbau tetap memberikan pelayanan optimal dengan memberlakukan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Salah satunya, Bus Trans Jateng yang tetap melayani masyarakat dari Kabupaten Kendal memasuki Kota Semarang dan juga sebaliknya, menjadi perhatian DPRD Provinsi Jateng untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman bersama Komisi D, saat meninjau kesiapan pelayanan Trans Jateng di Terminal Baurekso Kabupaten Kendal, Selasa (16/6/2020). Pada kesempatan itu, Sukirman meminta semua jajaran Dinas Perhubungan (Dinhub) Provinsi Jateng bisa memberikan pelayan optimal dengan mematuhi protokol kesehatan tanpa menurunkan performa pelayanannya.

“Pelayan publik tetap harus dilakukan salah satunya di bidang transportasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Seperti penyediaan tempat cuci tangan, tempat duduk ruang tunggu dengan mengatur jarak minimal 1 meter, dan tidak lepas penyediaan handsanitizer juga masker bagi para penumpang yang tidak membawa. Disisi lain, performa Trans Jateng juga harus diperhatikan dari pengadaan jumlah armada karena mematuhi batas jumlah penumpang dan tidak lepas untuk mempercantik terminal agar antusias masyarakat menggunakan transportasi publik meningkat,” terang Legislator Fraksi PKB itu.

Sementara, Wakil Ketua Komisi D Provinsi Jateng Hadi Santoso memandang perlu adanya penambahan biaya operasional Trans Jateng yang akan dirubah dalam anggaran APBD perubahan, terutama yang berada di Zona Semarang Raya. “Pemberlakuan masa New Normal tentunya memberikan dampak berbeda dalam penggunaan Trans Jateng. Pembatasan jumlah penumpang dalam satu armada membuat penyedia layanan untuk meningkatkan jumlah frekuensinya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentunya terus membantu masyarakat untuk menumbuhkan kembali ekonomi, salah satunya dengan menambahkan atau menyiasati armada Trans Jateng yang penggunanya mayoritas adalah buruh dan pekerja kantoran harus tetap berjalan. Pembengkakan biaya opersional Trans Jateng nantinya akan segera ditangani lewat anggaran perubahan sesegera mungkin karena roda ekonomi masyarakat diharapkan tetap berjalan dengan stabil,” kata Politikus PKS itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Balai Transportasi Dinhub Provinsi Jateng Joko Setiawan juga mengharapkan program protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 menjadi budaya masyarakat saat menggunakan transportasi publik di masa New Normal. Tujuannya, rutinitas dan geliat ekonomi masyarakat dapat tumbuh kembali.

“Pemberlakuan protokol kesehatan, memberikan ciri budaya baru masyarakat saat menggunakan moda transportasi umum, kesadaran masyarakat sudah mulai terbentuk seperti menggunakan masker, memakai handsanitizer, menjaga jarak aman sampai mencuci tangan sebelum memasuki bus. Disisi lain, penerapan New Normal akan memberikan dampak berbeda khususnya penyediaan armada dan penambahan frekuensi bus, mengingat pembatasan jumlah penumpang dalam satu armada. Untuk itu, kami meminta dukungan penuh dari lembaga legislatif saat memfasilitasinya,” terang Joko.

CLASTER BRT
Selain Terminal Baurekso Kabupaten Kendal, Komisi D DPRD Provinsi Jateng juga memantau Terminal Bawen Kabupaten Semarang. Disana, DPRD juga meminta jajaran Trans Jateng untuk menerapkan Protokol Kesehatan.

Dalam hal ini, Sekretaris Komisi D DPRD Jateng M Chamim Irfani menjelaskan bahwa salah satu hal yang bisa menekan laju pertambahan kasus positif corona adalah menekan pergerakan manusia. Oleh karenanya, ketika New Normal diberlakukan Trans Jateng menjadi salah satu faktor penting.

“BRT itukan salah satu pelayanan transportasi Pemerintah, jadi saat New Normal diharapkan mampu optimal melayani tapi juga memastikan tidak ada kasus baru Covid dari claster BRT (Bus Rapid Transport). Kami tidak ingin ini,” harap Politikus PKB itu.

Soal pendapatan, ia menceritaan bahwa report pendapatan Bus Trans Jateng selama corona mengalami penurunan hingga 65%. Kondisi itu merupakan konsekuensi atas pembatasan penumpang dalam satu kendaraan yaitu 15 orang dari kapasitas maksimal 40.

“Ini demi kebaikan bersama. Bismillah, ini perlu kita siapkan. Perbaikan perekonomian melalui skema New Normal disiapkan. Infrastruktur sehat juga kita siapkan bersama. Tadi, beberapa perlengkapan kebersihan dan kesehatan sudah ada, disinfeksi juga dilakukan, semoga istiqomah,” katanya.

Kasi Operasional Balai Transportasi Dinhub Jateng Lambang Kurniawan menjelaskan bahwa standard operational procedure (SOP) protokol kesehatan untuk operasional Trans Jateng sudah diterapkan. Termasuk, pemberlakuan jam operasional baru menyesuaikan protokol kesehatan.

“Kami menegaskan bahwa penumpang BRT harus menggunakan masker. Lebih baik lagi jika membawa handsanitizer pribadi,” kata Lambang. (Red/Rifky/Dbs)