Pemberdayaan Masyarakat, Anggota DPD RI Abdul Hakim: Itu Jalan Lama Islam

Lampung Tengah – Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung bersama Payungi University mengunjungi desa Setia Bumi yang menjadi salah satu tempat gelaran pasar kreatif di Kabupaten Lampung Tengah. Kamis (10/02/2022).

Agenda yang dibalut dengan nama “Pulang Ke Desa” ini Juga mendapat apresiasi positif oleh Anggota DPD RI Abdul Hakim. Dirinya mengatakan bahwa pemberdayaan merupakan jalan yang sudah lama di tempuh oleh Islam. Tertuang dalam kisah Abdur Rahman bin Auf yang menginisiasi pembuatan lapak-lapak Gratis.

Selain itu, sebagai bentuk support juga hadir dari Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya yang turut hadir. Kedatangan Beliau yang mendadak tersebut sebenarnya tak lepas dari peran serta Mas Dharma Setyawan, selaku penggerak Payungi (Pasar Yosomulyo Pelangi) Kota Metro. Setelah saya berbincang-bincang dengan Beliau, saya baru tahu ternyata Mas Dharma Setyawan mengirim pesan pribadi via WhatsApp kepada Pak Wakil Bupati bahwa Payungi University X GenPI Lampung ada agenda PULANG KE DESA dan desa pertama yang dikunjungi adalah PasBumi yaitu Kampung Setia Bumi, Kecamatan Seputih Banyak.

Menurut dr. Ardito Wijaya, pihaknya memang tak merespon pesan WhatsApp tersebut. Namun karena ada agenda kunjungan kerja yang berdekatan lokasi dengan Kampung Setia Bumi dan kebetulan ada waktu senggang, maka Beliau bersama tim medianya berinisiatif mengunjungi PasBumi. Dan dari situlah akhirnya terjadi forum silaturahmi dan penyampaian aspirasi masyarakat, pedagang dan penggerak PasBumi dengan Wakil Bupati Lampung Tengah dan Payungi University X GenPI Lampung.

Disela-sela pembicaraannya, Bapak Wakil Bupati Lampung Tengah mengungkapkan bahwa Beliau memang tidak ada jadwal resmi kunjungan ke Kampung Setia Bumi. Namun, karena adanya kegiatan pasar kreatif penuh inovasi yang viral, maka Beliau harus hadir langsung untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan pemberdayaan, terutama yang dilakukan oleh para pemuda seperti di PasBumi. “PasBumi ini sudah bagus. Kreatif. Inovatif. Berani mengambil resiko” ujarnya. “Bayangkan, kampung yang wilayahnya jauh dari kota, jauh dari keramaian, akses jalan masuknya luar biasa, tetapi berani membuka pasar kreatif. Pasar sudah berhasil launching dan viral di media sosial pula. Kalo tidak dilakukan oleh orang-orang yang tekun dan punya komitmen, rasanya hal seperti ini tidak akan mungkin berjalan” imbuhnya.

Harapannya ke depan kegiatan-kegiatan pemberdayaan seperti ini terus ada dan berlipat ganda. Dalam pemberdayaan kuncinya adalah generasi muda. Ketika generasi muda mau terus bergerak memetakan potensi dan kearifan lokal yang ada di desanya, maka tak menutup kemungkinan bahwa di masa yang akan datang desa adalah masa depan Nusantara. (Red)