Pembukaan Terbatas Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa Untuk Kunjungan Wisata Alam

Jakarta – Kementerian LHK (KLHK) membuka area untuk ekowisata bagi publik, secara bertahap dan ketat dengan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat untuk menghirup udara segar, lingkungan yang tenang dan nyaman. Hal ini dilakukan dengan mengambil tur Taman Nasional (TN), Taman Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM) dengan protokol hidup yang sangat ketat.

Hutan konservasi TN, TWA dan BC sebagai fungsi alami umumnya berfungsi sebagai fungsi informasi, spiritual dan penyembuhan. Hutan menyimpan potensinya untuk penyembuhan, yang merupakan tempat penyembuhan alami. Hutan bermanfaat bagi kesehatan manusia dan kualitas hidup. Jadi di tengah pandemi COVID-19 ini, salah satu pilihan untuk menjadi sehat adalah melakukan perjalanan (wisata) ke TN, TWA, dan SM.

“Stasiun Pusat COVID-19 pada hari Senin, 22 Juni 2020 telah mengumumkan dimulainya kegiatan wisata secara bertahap dengan protokol ketat yang jelas. Untuk itu, tahap pertama akan terbuka untuk wisata wisata terbatas, dan dengan menerapkan protokol COVID-19 yang sangat ketat, ”kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (25/06/2020).

Penentuan pembukaan kawasan wisata atau pengaktifan kembali TN / TWA / SM diatur dalam Keputusan Menteri LHK No. SK.261 / MENLHK / KSDAE / KSA.0 / 6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Kebijakan Reaktivasi Bertahap di Area Taman Nasional (TN), Taman Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) dalam Transisi Final COVID -19 (Normal Baru). “Kebijakan aktivasi adalah langkah menuju peningkatan pemulihan ekosistem Ekowisata Berkelanjutan (Ekowisata),” tambah Siti Nurbaya.

Dua puluh sembilan TN / TWA / SM sudah terbuka, yang berada di zona hijau dan kuning dari kriteria Covid. KLHK dan Unit Pelaksana Teknis Pemerintah (UPT) telah melakukan berbagai persiapan di tingkat lokasi untuk memastikan bahwa COVID-19 tidak menyebar dengan kunjungan wisatawan.

Langkah-langkah yang harus disiapkan dan harus dilakukan ditetapkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE. SE.9 / KSDAE / PJLHK / KSA.3 / 6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Taman Nasional, Taman Alam, dan Suaka Margasatwa untuk Kunjungan Wisata Alam di Pandemi Corona Virus Diseases Normal Baru 2019 (COVID-19). Mengkoordinasikan dan mengoordinasikan kerja lapangan intensif dengan COVID-19 Posisi Tanggap Darurat di daerah masing-masing untuk memastikan pengembangan status lokal.

“Ini adalah suatu keharusan dan harus dilakukan karena TN / TWA / SM terbuka untuk bepergian. Ini berdasarkan rekomendasi dari COVID-19 Satgas setempat dan rekomendasi dari Gubernur atau Walikota / Bupati,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK , Wiratno.

Menurut Wiratno, Kepala TN / TWA / SM juga telah berkolaborasi dengan badan kesehatan setempat (Departemen Kesehatan, Pusat Kesehatan, Rumah Sakit, Klinik Kesehatan, dokter) untuk merencanakan implementasi Protokol Kesehatan di bidang kunjungan wisata alam ke TN / TWA / SM. Kepala TN / TWA / SM bekerja dengan badan-badan lokal (tingkat Kabupaten dan Desa, BPBD, PVMBG, Polisi, Angkatan Darat, Basarnas dan PMI) dalam kesiapsiagaan bencana dan rencana tanggap darurat.

Sesuai dengan SK Menteri LHK No. SK.261 / MENLHK / KSDAE / KSA.0 / 6/2020 pada 23 Juni 2020, Kantor Pusat TN / KSDA dan KSDA telah melaporkan kesiapan mereka untuk membuka tur alam terbatas, kata Wiratno adalah Kepulauan 1000 TN, TN Mt. Halakun Salak, TN Gunung Pleasant, TN Gunung Ciremai, TN Gunung Merbabu, TN Gunung Merapi, TN Bromo Tengger Semeru, TN Alas Purwo, TN Meru Betiri, TN Bali Barat, TN Kutai, TN Tambora, TN Gunung Rinjani, TN Manupeu Tandaru , TN Laiwangi Wanggameti, TN Kelimutu, TN Kepulauan Komodo, TWA Kayak Kapuk, TWA Gunung Papua, TWA Cimanggu, TWA Gunung Boat, TWA Wash, TWA Telepon Warno / Mirror, TWA Sewer, TWA Twin Tank Crane, TWA Pulau Sangalaki, TWA Lejja, TWA Manipo, TWA Pulau Riung 17.

29 manajer TN / TWA / SM yang telah diizinkan untuk menerima kunjungan alam tersebut telah menyiapkan protokol kunjungan sesuai dengan Protokol COVID-19. Protokol-protokol ini termasuk pembatasan pada jumlah pengunjung yang hanya 10-30% dari tulang punggung atau rata-rata pengunjung tahun lalu dan secara bertahap dapat meningkat hingga 50% dengan evaluasi. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk memutuskan apakah akan melanjutkan dengan kunjungan, atau untuk menutup lagi jika terjadi kasus transmisi. Rincian protokol sepenuhnya disesuaikan dengan masing-masing kondisi TN / TWA / SM (spesifik lokasi) sebagaimana tercantum dalam protokol COVID-19 seperti penjaga jarak, penggunaan masker dan pembersih tangan, pemeriksaan suhu tubuh, surat kesehatan, asuransi dan untuk sementara kenaikan khusus hanya diperbolehkan untuk perjalanan satu hari atau satu hari.

Untuk memastikan implementasi protokol COVID-19 dan protokol kunjungan baru di TN / TWA / SM, manajer terus melakukan simulasi sumber terbuka, pengujian, pelatihan dan diseminasi kunjungan sehingga semua petugas TN / TWA, dan semua pihak terkait (polisi, militer , aparat desa dan kabupaten) memahami dan mengetahui protokol kunjungan yang ditetapkan. Dengan demikian, sanksi dapat diberikan kepada pengunjung atau siapa pun yang tidak mematuhi protokol dalam bentuk melarang mereka memasuki TN / TWA / SM atau bentuk-bentuk sanksi sosial lainnya (menabur benih, menanam pohon, membersihkan lahan, mengumpulkan sampah, memposting promosi di medsos, dll).

Pemantauan dan Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala oleh tim kecil yang dibentuk oleh Kementerian LHK. Tim ini terdiri dari Petugas dan Staf agen KLHK, KSDAE dan Gakkum.

Balai Umum TN / KSDA sebagai manajer TN / TWA / SM juga terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan para pihak di tingkat lokasi dalam hal memantau, mengevaluasi, dan memantau pelaksanaan reaktivasi secara bertahap. Oleh karena itu manajer akan mendapatkan:

  • Dukungan dari Pemerintah setempat untuk perawatan dan kontrol Kesehatan;
  • Dukungan dan mobilisasi Polhut oleh Balai GAKKUM setempat juga akan dilakukan untuk membantu keamanan TN / TWA;
  • Melakukan pendaftaran / pendaftaran pengunjung secara online atau melalui WA / Telegram untuk menegakkan pembatasan pengunjung ke TN / TWA;
  • Mengaktifkan layanan Pusat Panggilan / layanan komunitas.

“Nikmati perjalanan yang sehat dan aman ke TN / TWA / SM dengan mematuhi semua protokol kunjungan dan keamanan COVID-19 untuk kesehatan dan kesejahteraan semua pengunjung,” tulis Wiratno. (Red/Rls Humas KLHK)