Pemerintah Kota Tasikmalaya Serukan Locdown Lokal Antisipasi Meningkatnya Penyebaran Virus Corona

Jawa Barat, Tasikmalaya – Rapat koordinasi dalam memutuskan kebijakan strategis terkait penanganan covid 19 dilakukan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya beserta beberapa elemen bertempat di lantai II Hotel Santika ruang tulip Jl. Yudanegara No.57 Kelurahan Yudanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/03/2020) Pukul 09.30 s.d 13.00 wib. Rapat tersebut dihadiri kurang lebih 20 orang tamu undangan. Termasuk Walikota Tasikmalaya (Drs. H. Budi Budiman), Dalam sambutannya walikota Tasikmalaya menyampaikan “Menurut informasi perkembangan pasien Covid-19 menjadi bertambah yang positif menjadi 5 orang kalau kita tidak bertindak segera bisa-bisa kita menjadi zona merah, pemerintah pun sedang menyusun karantina tiap-tiap wilayah karena situasi yang semakin darurat”.

Kegiatan ini untuk mengambil kebijakan bersama yang strategis bertujuan mengurangi penyebaran covid-19. Kemudian diharuskan adanya kerjasama Muspida dan pihak terkait lainnya. Permasalahan pengadaan dan penyiapan APD yang harus di prioritaskan karena keterbatasan dokter dan perawat di Kota Tasikmalaya. Situasi dan kondisi sangatlah memprihatinkan apabila RS dr. Soekardjo sudah di tunjuk sebagai RS rujukan dari Gubernur agar dipersiapkan ruangan-ruangan termasuk SDM dokter dan perawat yang sebagai garda terdepan, namun kekhawatiran terjadi melebihi kemampuan kita yang ada. Adapun kebijakan pemerintah pusat akan mengeluarkan PP aturan locdown/karantina wilayah dengan cara mengawasi masyarakat yang keluar masuk dari daerah lain transportasi umum.

Seluruh anggaran akan digeser untuk penanganan covid-19 selama satu bulan, rapites yang akan di dukung 500 harus dipetakan untuk di perbatasan dan masyarakat yang masuk wilayah kita harus di reapitest dan termasuk kebutuhan anggaran APD personel maupun SDM. Intinya Kota Tasikmalaya akan melakukan karantina wilayah bekerjasama dengan Sekda serta pembahasannya dibantu oleh Dandim dan Kapolres untuk mensimulasikan dan wilayah mana saja yang akan diperiksa. Untuk wilayah episentrum covid-19 agar tidak mengoperasikan kendarannya melewati wilayah tersebut. Kemudian larangan kereta api untuk tidak berhenti di Stasiun Kota Tasikmalaya serta adanya penyekatan diperbatas dengan lokasi kalau bisa dekat Puskesmas.

Berdasarkan data per hari Sabtu 28 Maret 2020 positif 1 orang menjadi 2 orang, PDP 11 orang dan ODP 251 orang. Kejadian ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa. Untuk itu berdasarkan hasil rapat darurat tentang koordinasi terhadap penanganan penyebaran covid-19 menyimpulkan dan merencanakan agar dilaksanakannya lockdown lokal yang terhitung dimulai per hari selasa tanggal 31 Maret 2020. Himbauan pun telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan kota Tasikmalaya kepada para pengusaha angkutan umum diantaranya Bus Do’a Ibu, Bus Budiman, Bus Primajasa yang arah perjalanan ke arah Jakarta terutama wilayah yang teramsuk zona merah atau sebaliknya, seluruh armada yang ada di Kota Tasikmalaya jangan mengambil penumpang dari zona merah dan angkutan kota sudah banyak yang berhenti juga sebelumnya terkait anak sekolah yang diliburkan atau belajar di rumah.

Hal itu di pertegas setelah adanya surat edaran walikota Tasikmalaya nomor: 400/SE.921-Dinkes/2020 tanggal 15 Maret 2020, tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Insfeksi Corona Virus Disease (Covid-19) serta menyikapi perkembangan situasi semakin merebaknya penularan Insfeksi Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kota Tasikmalaya sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dengan membatasi mobilitas penduduk yang akan masuk dan keluar wilayah Kota Tasikmalaya (Karantina Wilayah). Adapun Himbauan tersebut terhitung mulai tanggal 29 Maret 2020 pukul 00.00 wib atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya agar perusahaan angkutan untuk menghentikan operasional angkutan umum AKAP, AKDP dan angkutan perbatasan yang masuk maupun keluar wilayah Kota Tasikmalaya.

Hal yang harus diperhatikan juga keikutsertaan masyarakat khususnya wilayah Kota Tasikmalaya agar ikut serta melaksanakan himbauan maupun seruan yang dilakukan oleh Walikota Tasikmalaya. Semoga dengan adanya himbauan mengenai sterilisasi wilayah atau lockdown. Dampak yang ditimbulkan oleh virus corona dapat berkurang dan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Seruan ini pun di abadikan dan di gadangkan oleh netizen melalui seruan #stayathome, #workfromhome. (Red/Goday)