Pemkab Kabupaten Bojonegoro Gelar Rakor, Persiapan Launching Kalender Event Tahun 2020

Madani-News.com – Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (16/01/2020), menggelar rapat koordinasi (rakor), persiapan Launching Kalender Event Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020, yang mengambil tema “Bojonegoro Terusan Wisata.”
Rakor digelar dalam rangka untuk peyusunan Kalender Event Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2020.
Rakor digelar di Creative Room Lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat (Kesra), Djoko Lukito SSos MM; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Amir Syahid SSos MSi; Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Bojonegoro, Kompol Nur Zjaeni; dan para pelaku usaha pariwisata dan budaya di Kabupaten Bojonegoro.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Djoko Lukito SSos MM, mewakili Bupati Bojonegor dalam sambutannya menuturkan bahwa tujuan digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk menyamakan persepsi antara Pemkab Bojonegoro dengan para pelaku usaha pariwisata dan budaya, agar nantinya tidak ada tumpang tindih, antara kegiatan yang satu dengan kegiatan lainnya.
“Selain itu juga terkait waktunya, kita harus membagi waktu yang tepat untuk pelaksanaan masing-masing kegiatan. Misalkan untuk Festival Bengawan, kapan waktu yang tepat untuk acara itu,” terang Djoko Lukito
Djoko juga menyampaikan bahwa rakor tersebut menurutnya sangat penting. Kehadiran para pelaku usaha pariwisata dan budaya yang ada di Bojonegoro sangat diperukan, agar industri pariwisata di Kabupaten Bojongoro dapat terus berkembang.
“Karena apa, industri pariwisata diharapkan dapat menggiatkan perekonomian masyarakat Bojonegoro. Jadi tidak hanya sekadar perayaan saja, namun seluruh kegiatan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang Djoko Lukito.
Lebih lanjut Djoko menyampaikan bahwa sebelum Kalender Event 2020 disusun, Pemkab Bojonegoro berharap ada masukan dari para pelaku usaha pariwisata dan budaya yang ada di Bojonegoro, sehingga setelah disusun dan ditetapkan, tidak ada lagi pergeseran-pergeseran waktu pelaksanaan.
“Karena saat ada salah satu yang bergeser, maka akan berpengaruh pada kegiatan yang lain. Apalagi kegiatan yang melibatkan pihak luar. Maka dari itu, setelah ditetapkan jangan sampai diubah-ubah,” pungkas Djoko Lukito
Diakhir sambutannya Djoko berharap rakor penyusunan Kalender Event Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2020 dapat berjalan dengan baik.
“Sekali lagi semoga tidak ada tumpang tindih, semuanya bisa tertata dengan baik, sehingga kalau itu di-publish, masyarakat bisa tahu secara pasti kapan kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanan.” terangnya Djoko Lukito
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Amir Syahid SSos MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut juga dalam rangka untuk mengakomodir agenda-agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh para pelaku usaha pariwisata dan budaya yang ada di Bojonegoro, agar nantinya semua event yang akan digelar di Bojonegoro, dapat dimasukkan ke dalam Kalender Event Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2020.
“Tentunya rakor tidak hanya hari ini saja, nanti akan kita lanjutkan dengan rapat-rapat kecil lainnya, untuk memastikan dalam satu tahun ini ada berapa event yang akan digelar di Bojonegoro,” terang Amir.
Amir juga menyampaikan bahwa selain untuk melakukan pendataan agenda kegiatan, nantinya juga untuk memudahkan koordinasi dengan instansi terkait, semisal dengan pihak kepolisian terkait pengamanan kegiatan.
“Jadi jangan sampai ada event atau kegiatan yang tidak diketahui oleh Pemkab Bojonegoro maupun oleh pihak keamanan, sehingga berpotensi terjadinya gangguan keamanan,” terang Amir.
Amir juga menyampaikan pihaknya mengajak kepada pelaku usaha pariwisata dan budaya yang ada di Bojonegoro, yang nantinya akan menggelar kegiatan agar bertanggung-jawab menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan Bojonegoro.
“Jadi kita sepakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai nanti timbul kegaduhan atau keributan, kemudian diposting besar besar kejadiannya di media. Tentu itu akan berdampak pada warga Bojonegoro sendiri dan dapat merugikan warga Bojonegoro, misalnya dianggap sebagai kota yang ricuh,” pungkasnya Amir. (Red/Zen/Rls)