Pemkot Metro Gandeng Masyarakat Untuk Manfaatkan Aset Tanah Kurang Produktif

 

Madani-news.com-METRO – Pemerintah Kota Metro menggandeng masyarakat Kota Metro untuk dijadikan sebagai mitra dalam pemanfaatan aset tanah milik Pemkot Metro. Perjanjian kerjasama antara Pemkot dan Masyarakat Metro berlangsung di Aula BPKAD Kota Metro. Kamis, (11/07/2019).

Dalam proses perjanjian yang berlangsung dihadiri oleh Wakil Walikota Metro, Asisten III, Kepala OPD Kota Metro, Kepala Inspektorat Kota Metro, Kabag Hukum dan Kabag Tapem, Camat dan Lurah se-Kota Metro serta Masyarakat Kota Metro sebagi Calon Mitra Pemanfaatan dan Penyewa Aset Tanah Milik Pemkot Metro.

Alasan mengajak Masyarakat untuk memanfaatkan Aset Tanah milik Pemkot Metro adalah untuk lebih memproduktifkan aset tanah yang masih bongkor.

Djohan selaku Wakil Walikota Metro menegaskan bahwa yang namanya aset tanah maka jangan sampai bongkor. Dari sekian jumlah aset tanah dan bangunan Pemerintah Kota Metro, persentase yang sudah dimanfaatkan baru 3% dari total aset tanah yang bisa disewakan.

Djohan juga menegaskan bahwa, jangan sampai ada image seolah-olah ada penjabat lurah dan camat yang bermain (Curang) dengan menyewakan tanah atas pribadi. “Maka dari itu kami buat perjanjian yang berisikan penjelasan disetiap poin-poinya sesuai kegunaan,” ujarnya.

Djohan meminta kepada Lurah dan Camat se-Kota Metro apabila ada aset yang belum terdata dan masih digunakan oleh masyarakat, untuk diberikan penjelasan dengan cara baik dan dapat dituntaskan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Metro.

“Melalui perjanjian kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan mewujudkan pembangunan di Kota Metro yang semakin maju dan berkembang,” tutup Djohan.

M. Supriadi selaku Kepala BPKAD Kota Metro menyampaikan laporan hasil temuan BPK dari tahun 2015-2018 bahwasanya, seluruh aset tanah eks belum adanya perjanjian antara kedua pihak yaitu, Pemerintah Kota Metro dengan penggarap, serta kontribusi dari aset tanah milik Pemda.

“Sedangkan jumlah aset tanah milik Pemerintah Kota Metro yang berpotensi dan bisa dimanfaatkan berjumlah 5 bangunan, 71 bidang tanah dengan luas total 688 M2. Sementara pada hari ini kita akan menandatangani perjanjian untuk 17 bidang tanah,” ujar M. Supriadi.

Lanjut M. Supriadi menjelaskan bahwa, dari jumlah 17 bidang tanah ini terdapat 21 penyewa dan total luas tanah yang akan dijanjikan 58.500 M2 .

“Menurut perjanjian, untuk biaya sewa dalam 1 tahun penggunaan yakni sejumlah Rp. 11.991.000. Jumlah uang tersebut bisa dibayarkan di awal atau dibayarkan setelah pemanfaatan (panen).
(Adv/Wepo/Kominfo).