Pemkot Metro Gencarkan Pola Pengobatan Tradisional

Madani-news.com-Metro – Melalui Kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisonal, Pemerintah Kota Metro berupaya merangsang tumbuhnya pola pengobatan tradisional di tengah-tengah masyarakat Kota Metro. semua itu dilakukan agar masyarakat tidak terlalu bergantung kepada pengobatan konvensional.

Sekretaris Camat Metro Timur, Ferry Handono menyatakan bahwa penyelenggaraan Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional ini sangat berpotensi besar untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, guna membentuk keluarga sehat.

Ferry Handono berpendapat bahwa selain mendorong masyarakat untuk mandiri dalam memelihara kesehatanya, Asuhan Mandri Kesehatan Tradisional dapat mengurangi ketergantungan masyarakat dalam mengonsumsi obat konvensional.

Pemerintah Kota Metro juga melakukan verifikasi lapangan tentang penilaian kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tingkat Provinsi Lampung tahun 2019. kegiatan verifikasi lapangan ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Yosorejo, Metro Timur. Kamis, (4/07/2019)

Pada acara ini dihadiri oleh perwakilan tim Pengerak PKK Kota Metro, Tim Penilaian Kelola Asuhan Mandiri Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Sekretaris Camat Metro Timur, Ketua Tim Pembina Kecamatan Metro Timur, Ketua Tim Pembina Kecamatan Metro Utara, Lurah Yosorejo, Lurah Purwosari, Kepala Puskemas Yosodadi, dan Ketua IAI PC Metro.

Ferry Handono selaku Sekcam Metro Timur, sekaligus mewakili Camat Metro Timur, pada kesempatan ini juga memberikan apresiasi terhadap kelurahan Yosorejo dan Kelurahan Purosari yang dipandang sudah berprestasi di bidang Asuhan Mandiri Kelompok Taman Obat Keluarga (Toga) dan Akupresur mewakili Kota Metro di Tingkat Provinsi Lampung.

“Dalam hal ini, saya mengharapkan jangan hanya sekedar berhenti pada penilaian ini saja, melainkan kegiatan ini berkelanjutan dan berkesinambungan secara mandiri,” tutup Ferry.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti menyatakan bahwa berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), tahun 2010 sebesar 59,12% penduduk pernah mengonsumsi jamu, sebesar 95,60% dapat merasakan manfaatnya.

“Dari Riskesdas 2013 dan dalam 1 tahun terakhir sebesar 30,4% Rumah Tangga pernah memanfaatkan  pelayanan kesehatan tradisional. Jenis pelayanan kesehatan tradisional yang dimanfaatkan sebesar 77,8% dan ramuan sebesar 49,0%. Dalam upaya pengembangan kesehatan tradisional, pemerintah bertanggung jawab memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat, agar masyarakat dalam melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dan benar,” Terang Erla Andrianti. (Adv/Wepo/Kominfo)