Pemkot Tasikmalaya Berlakukan Pengawasan Mobilitas Masyarakat Guna Mengedalikan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19

 8 total views

Tasikmalaya – Berdasarkan hasil dari video conference (vicon) antara pemkot (sekda) dengan gugus tugas covid-19 kecamatan (30/03/2020) kemarin, Pemerintah Kota Tasikmalaya per tgl 31 Maret 2020 mulai menerapkan pengawasan dan pengendalian mobilitas masyarakat (bukan karantina wilayah kota, bukan lockdown) karena karantina wilayah kota dan lockdown itu kewenangan pemerintah pusat.

Adapun teknis pelaksanaanya Pemerintah Kota akan menutup sementara stasiun kereta api, angkutan umum/bis terutama kendaraan dari zona merah, dan memeriksa setiap mobil yg masuk dan keluar kota tasik.

Di setiap perbatasan kota akan ditempatkan posko siaga KLB, pos pembatasan wilayah Kota Tasikmalaya dibentuk 9 Pos,antara lain:

  1. Indihiang seputar wilayah potong hewan/dekat pintu rel Babakan Jawa.
  2. Terminal Awipari di wilayah Kecamatan Cibeureum.
  3. Simpang Tiga Jalur Mangkubumi-Indihiang.
  4. Rest Area Urug di Wilayah Kecamatan Kawalu-Sukaraja.
  5. Daerah Cibeuti Asta Kawalu.
  6. Wilayah Karangresik (Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis).
  7. Blok Terminal Indihiang.
  8. Wilayah Bojong Jengkol (Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya).
  9. Pos daerah Cibunigeulis/Simpang Bandar

Untuk personil posko terdiri dari unsur ASN/pegawai kota, ASN/pegawai kec/kel, TNI, Polri, anggota gugus tugas kec/kelurahan, unsur lembaga lainnya (Tagana, katar, KNPI, ormas).

Penyesuaian semua anggaran (APBD kota, propinsi, pusat) diarahkan untuk menanggulangi covid-19, oleh karena itu kegiatan DK, PIK jg sementara dipending.

Adanya kemungkinkan karantina wilayah parsial kec, kelurahan, RW, RT selama jelas, logis alasannya dan harus ijin pemkot terlebih dahulu.

Kegiatan Gugus tugas kec, kelurahan sampai Pokja RW, RW salah satu tugasnya mendata warga pendatang terutama yg datang dari zona merah dan otomatis semua katagori orang dalam pemantauan (ODP).

Serta penyaluran sembako/BPNT oleh pendamping PKH dan TKSK dengan e-Waroeng nya harus berjalan dengan aman, lancar, efektif, efesien dan tidak menimbulkan kerumunan massa, mengenai bantuan sosial lainnya utk warga yg terdampak covid-19 masih menunggu informasi dari pemerintah pusat dan provinsi.

Sebagai perhatian mengenai informasi pencegahan covid-19 masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya dapat mengakses melalui mikotas.tasikmalayakota.go.id.

Pemberlakuan ini diharapkan dapat di mengerti dan dipahami oleh masyarakat sepenuhnya, sampai jangka waktu yang belum ditentukan. Adapun pemberlakuan pengawasan mobilitas sementara akan dilihat perkembangannya sampai akhir bulan mendatang. Dan akan diperpanjang apabila kemungkinan-kemungkinan lain yang tak terduga terjadi.

Untuk daerah pusat perkotaan,misal pusat pertokoan, taman kota, alun-alun Kota Tasikmalaya di tutup sementara. Hal ini di harapkan agar tidak terjadinya penyebaran virus covid-19 secara masif.

“Saya berharap semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, dan semoga virus yang mewabah ini segera berlalu, karena kalau seperti ini terus bagaimana saya bisa menghidupi kebutuhan keluarga saya, saya biasa berdagang di sekitar lokasi alun-alun tepi luar barat”. (Keluh seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya). (Red/Gdy)