Pemuda Berprestasi Dari Provinsi Kep. Bangka Belitung Menorehkan Predikat Penulis Terbaik Tingkat Nasional

 11 total views

Bangka Belitung – Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berhenti memberikan sebuah Prestasi, Apalagi jika prestasi tersebut telah mengharumkan nama daerah di Kancah Nasional.

Orie Fachridho Hermawan, Pemuda yang telah mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui bidang Literasi dengan menghasilkan Karya Buku Antologi Cerpen Pepelingasih, Menjadi 15 penulis terbaik dari peserta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Program pembuatan buku ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA) Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda yang dikoordinasikan IKAPI Indonesia sebagai Tim Panitia di Tingkat Pusat.

Founder Recycling Generation Babel ini, Mengatakan sudah lama dunia Literasi dia tekuni karna dari Hoby membaca dan menulis, Sehingga memberanikan diri untuk mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di tingkat Nasional dengan Topik Lingkungan.

“Literasi juga bisa kita gunakan dalam aksi mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara menginspirasi generasi muda untuk memulai dari hal-hal kecil dan meningkatkan minat baca yang mulai luntur seketika dari perkembangan teknologi saat ini semakin cepat mengalami perubahan,” ungkap Orie Fachridho Hermawan, Selasa (25/08/2020).

Ia menambahkan, jika buku antologi cerpen Pepelingasih, Merupakan Kisah yang bermuara dari suara hati yang ikut pilu dan menangis bersama keadaan semesta. Ada hasrat untuk melakukan perubahan dan perbaikan nyata pada bumi yang ditempati. Mahakarya kecil yang dibungkus dengan cinta pada lingkungan melahirkan sebuah gerakan nyata yang disebut dengan pemuda peduli lingkungan asri dan bersih (pepelingasih) Indonesia. Kini telah hadir pula gerakan itu menyentuh pada ranah perkembangan kemampuan berbahasa yang disebut dengan literasi tulis dan baca.
Dengan adanya bentuk literasi tulis yang dipadu padankan dengan lingkungan, semoga bisa membuka pemahaman kita mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena kita semua berkeyakinan bahwa sastra itu menyentuh tanpa pernah terasa, tapi memberikan efek luar biasa.

Semoga dengan adanya buku ini bisa berdampak pada masyarakat secara luas untuk lebih menghargai sesuatu yang sederhana tetapi bisa memberikan perubahan dengan tujuan untuk menginspirasi generasi muda agar lebih semangat dalam meraih mimpinya. (Red)